MENTARI PAGI EDISI 530, SELASA 15 OKTOBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Senin (14/10/19) Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0.35% pada level 6126.877 atau 21.077 poin . Dicatat 15.74 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 8.25 triliun. Asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) Rp 383,94 miliar di seluruh pasar. Lima sektor berada di zona hijau yang menopang kenaikan IHSG hari ini yakni, sektor industri dasar menguat 1,82%, sektor manufaktur menguat 0,82% dan sektor consumer goods menguat 0,66%. Sedangkan sektor yang mengalami pelemahan cukup signifikan yakni sektor infrastruktur melemah 0,74%, sektor aneka industri melemah 0,59% dan sektor pertambangan melemah 0,47%.

 

Jika dilihat dari segi teknikal, diperkirakan IHSG hari ini masih akan melanjutkan penguatannya pada rance 6105-6150 nampak pada indikator MACD yang telah membentuk golden cross dan juga stochastic yang masih berada diarea oversold. Sentimen global yang mulai mereda contoh meredanya perang dagang antar Amerika Serikat dan China.

BERITA EKONOMI

Vale Indonesia (INCO) dan Inalum meneken perjanjian pendahuluan divestasi

Berdasarkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No. 1706/32/DJB/2019 tanggal 8 Oktober 2019, Pemerintah Republik Indonesia telah menunjuk Inalum sebagai perwakilannya dalam mengambil alih 20% saham INCO untuk memenuhi kewajiban divestasinya.

Perjanjian ditandatangani oleh Nico Kanter selaku Presiden Direktur dan Febriany Eddy selaku Wakil Presiden Direktur PT Vale, sedangkan Vale Canada diwakili oleh CEO, Mark James Travers dan Sumitomo Metal Mining diwakili oleh Kaoru Hayashi, Deputy General Manager, Non-Ferrous Metals Division. Inalum diwakili oleh Budi Gunadi Sadikin selaku Presiden Direktur. Penandatanganan perjanjian ini adalah langkah awal dimulainya kerja sama strategis jangka panjang antara PT Vale dan Inalum dalam mengelola sumber daya mineral strategis di negara ini.

Para pihak berencana untuk menandatangani perjanjian-perjanjian definitif utama pada akhir tahun 2019. Para pihak ini akan menyelesaikan keseluruhan transaksi dalam waktu enam bulan setelah penandatanganan perjanjian-perjanjian definitif tersebut.

Menurut HIMA AE, pengambilalihan 20% saham INCO oleh Holding BUMN pertambangan, oleh PT Indonesia Asahan Alumunium membuat harga saham PT Vale Indonesia, Tbk melesat 3,13% pada penutupan perdagangan (Senin 14/10) menjadi Rp 3950 per saham.

Penandatanganan perjanjian ini, lanjutnya, menempatkan Vale Indonesia pada posisi yang tepat untuk berkontribusi bagi pembangunan Indonesia dan memperkuat komitmen jangka panjang Vale Indonesia terhadap pengolahan sumber daya nikel guna peningkatan nilai tambah, keberlanjutan dan pemberdayaan lokal di Indonesia.

Sementara tahun ini INCO menargetkan dapat mengeruk nikel sebanyak 71.000 ton. Target ini lebih rendah dari target produksi tahun 2018 sebesar 75.000 ton

Sources : Kontan, Kata Data, Harian Ekonomi Neraca

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 14 Oktober 2019 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) ditutup menguat sebesar +3,93% pada harga 1.585. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin saham JPFA membentuk candle Bullish Belt Hold yang mengindikasikan adanya potensi penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Stochastic dan Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : Buy

Target Price : 1.640

Stop Loss : 1.530

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *