MENTARI PAGI EDISI 529, SENIN 14 OKTOBER 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan kemarin, Jumat (11/10/19) ditutup menguat 1.36% ke level 6,105.800. Hanya satu sektor yang mengalami pelemahan, sisanya bertengger di zona hijau. Sektor agrikultur terkoreksi (-1.10%) sementara sektor industri dasar memimpin penguatan (+2.89%) dan disusul sektor aneka industri (+2.46%). Perdagangan kemarin tercatat 15.385 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 8.302 triliun. Asing juga mencatatkan peenjualan bersih bersih (net foreign sell) dikeseluruhan pasar mencapai 168.59 milyar.

Perdagangan hari ini kami prediksi bahwa IHSG berpotensi melanjutkan penguatan. Hasil perundingan AS-China yang berjalan lancar memberikan sentiment positif bagi pelaku pasar sehingga rupiah pun mencatatkan penguatan. Perundingan kedua negara akhirnya mencapai kesepakatan substansial tahap pertama dan adanya penundaan bea impor. Secara teknikal jika dilihat dari indikator Moving Average (MA5) IHSG mulai menyentuh diatas rata-rata nilai hariannya, didukung oleh Relative Strength Index (RSI) yang berada di area oversold serta MACD yang terlihat akan membentuk golden cross memberikan sinyal positif terhadap perdagangan hari ini.

BERITA EKONOMI

Angin Segar Perang Dagang

Dua raksasa ekonomi dunia AS-China bertemu dalam rangka kesepakatan perang dagang fase pertama. China sepakat untuk membeli produk agrikultur AS terutama kedelai selama dua tahun ke depan dengan nilai USD 40-50 Miliar. Sebagai gantinya, AS akan menunda kenaikan tarif yang direcanakan berlaku 15 Oktober. Tarif pada bulan Desember tidak dibahas pada kesempatan ini. Kesepakatan ini pun tidak membahas masalah Huawei dan blacklist perusahaan China. Hal tersebut akan dibahas pada perundingan fase kedua. Kesepakatan ini direncanakan akan ditandatangani paling cepat bulan depan.

Menurut Hima AE, kabar ini akan membawa sentimen positif kepada pasar minggu ini. Tetapi, pasar perlu memerhatikan kemungkinan gagalnya kesepakatan mengingat belum ditandatanganinya kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuan Jumat lalu. Deal yang terjadi pun masih kurang memuaskan menimbang wacana peningkatan impor kedelai oleh China yang pernah gagal pada kesepakatan terakhir. Kesepakatan yang ditawarkan AS pun nampak belum terlalu banyak meringankan beban China.

Sumber : bisnis.com

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Jum’at,11Oktober 2019 PT. Telekomunikasi IndonesiaTbk (TLKM) ditutup menguat sebesar+1,46% pada harga 4.170. Jika dilihat dari AnalisisTeknikal pada perdagangan kemarin TLKM membentuk candle Bullish Belt Hold yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikatorStoch, Bolingger Band sertaVolume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : Buy

Target Price :4.400

Stop Loss :4.060

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *