MENTARI PAGI EDISI 525, SELASA 08 OKTOBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Senin (7/10/19) Indeks Harga Saham Gabungan melemah 1.00% pada level 6000.583 atau 60.669 poin . Dicatat 17.22 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 7.39 triliun. Asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) Rp 144,84 miliar di seluruh pasar. Semua sektor mengalami pelemahan pada hari ini, dengan sektor yang melemah cukup signifikan yakni Sektor industri dasar melemah 2,51%, Sektor manufaktur melemah 1,75% dan Sektor barang konsumen melemah 1,47%.

Jika dilihat dari segi teknikal, diperkirakan IHSG hari ini akan mengalami rebound walaupun tipis pada level 6030, nampak pada indikator RSI yang sudah menyentuh area oversold dan indikator Stochastic RSI terdapat signal golden cross. IHSG masih berada pada level psikologis, penurunan IHSG kemarin faktornya terbawa oleh sentimen negatif global seperti gejolak perang dagang AS-Uni Eropa maupun AS-China.

BERITA EKONOMI

Harga Batubara Acuan Sentuh Level Terendah 3 Tahun

Oktober 2019, harga batubara acuan (HBA) kembali melanjutkan pelemahan ke level  USD 64.8 per ton. Sepanjang tahun ini HBA terus tertekan dan hanya membukukan kenaikan bulanan sebanyak satu kali. Pada bulan sebelumnya, September 2019 HBA berda di level  USD 65.79 dan pada Agustus 2018 berada di level USD 72.67 per ton. Alhasil, rerata HBA sepanjang Januari-Oktober 2019 turun menjadi USD 80.22 per ton, turun dari periode yang sama tahun lalu senilai USD 99.72 per ton. Tren penurunan harga batubara disebabkan oleh perang dagang, penurunan permintaan dari Eropa dan China. Saat ini, China sedang menggenjot produksi batubara dalam negerinya dan memgurangi impornya. Sentimen positif bagi harga batubara adalah banjir yang melanda India yang juga terjadi di salah satu tambang terbesar Coal India Ltd sehingga menyebabkan tambang tersebut akan berhenti beroperasi selama satu bulan.

Menurut Hima AE, batubara yang masih menjadi salah satu sumber energi utama dunia sangat bergantung terhadap aktivitas perekonomian dunia yang saat ini sedang mengalami perlambatan akibat perang dagang AS-China yang saat ini berpotensi kembali terekskalasi akibat sikap China yang menolak untuk menerapkan negosiasi yang lunak. Kabar ini diikuti dengan jatuhnya saham di bursa Eropa dan future AS. Kabar ini diikuti dengan perang dagang AS-Uni Eropa yang sedikit banyak akan memperburuk keadaan ekonomi. Beralih ke banjir di India, perisitiwa ini akan membawa seikit dorongan naik untuk harga batubara mengingat banjir ini melanda tambang Dipka yang menghasilkan 30 juta ton batubara per tahun dan merupakan salah satu tambang batubara terbesar di India. 75% energi India saat ini masih disumbang oleh batubara dan Indonesia merupakan salah satu negara sumber impor batubara India selain Afrika Selatan dan AS.

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan hari Senin, 07 Oktober 2019 PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) ditutup melemah sebesar -1,91% pada harga Rp4.110. Jika dilihat dari Analisa Teknikal, pada perdagangan kemarin TLKM membentuk candle Bearish Belt Hold. Hal ini juga didukung oleh Indikator Parabolic SAR, Bolingger Band dan MACD yang membentuk Death Cross.

Rekomendasi: Sell

Target Price Sell: Rp4.110 – Rp.3.980

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *