MENTARI PAGI EDISI 524, SENIN 07 OKTOBER 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan kemarin, Jumat (04/10/19) ditutup menguat 0.38% ke level 6061.252. Empat sektor  menguat, dipimpin oleh sektor industri dasar (+1.05%), sementara enam sektor lainnya melemah dengan pelemahan tertinggi pada sektor aneka industri (-1.09%) Perdagangan kemarin tercatat 14.307 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 7.191 triliun. Asing juga mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) dikeseluruhan pasar mencapai 54.26 milyar.

Kami memprediksikan IHSG akan menguat tipis, karena belum adanya sentimen positif dari pasar global maupun domestik yang mampu mendorong IHSG untuk terbang. Perlambatan ekonomi dunia yang sedang terjadi, kekhawatiran ancaman resesi di Negeri Paman Sam, serta ancaman perang dagang AS vs Eropa yang menambah prospek perekonomian global menjadi suram mengakibatkan investor menahan diri untuk masuk ke pasar. Jika dilihat dari sisi teknikal indikator stochastic memberikan sinyal bahwa IHSG sudah berada diarea oversold dan mulai rebound setelah empat hari berturut-turun melemah.

BERITA EKONOMI

Sejak Juli 2019, PT Timah (TINS) mengurangi volume ekspor

Harga timah dunia yang terus merosot membuat PT Timah Tbk (TINS) mengurangi volume ekspor timah ke pasar global. Langkah ini merupakan upaya untuk mengangkat harga timah dunia. Sebelumnya, dalam forum Asia Tin Week 2019 di China, Direktur TINS Riza Pahlevi menyebut pihaknya akan melakukan kebijakan efektivitas dan efisiensi pada operating cost, terutama menahan volume ekspor.

Hal ini dilakukan untuk mengatasi kelesuan harga timah yang terjadi saat ini.Corporate Secretary TINS Abdullah Umar mengatakan, pengurangan ekspor ini sudah dilakukan TINS sejak Juli 2019.

Kontan.co.id mencatat, tahun ini TINS menargetkan mengekspor 60.000 ton timah. Sementara TINS menargetkan dapat mengurangi 20% dari volume ekspor.

Abdullah menambahkan, pengurangan ekspor ini dibarengi dengan pemantauan kondisi harga timah. Ada pun TINS menargetkan pengurangan ekspor berakhir pada pengujung 2019. Dengan adanya pengurangan volume ekspor ini, maka TINS berharap harga timah dapat pulih kembali.

Menurut HIMA AE, kebijakan perseroan untuk mengurangi volume ekspor timah ke pasar global mengingat permintaan yang lesu akibat perang dagang, tekanan perang dagang yang berujung pada perlambatan ekonomi global

Permintaan timah dari negara tirai bambu berkurang drastis semenjak perang dagang berkecamuk, padahal China merupakan konsumen dan pengimpor timah terbesar. Permintaan timah dari kawasan Eropa juga berkurang. Pasalnya, ancaman perlambatan ekonomi mulai merambat ke benua biru.

Kebijakan ini juga dinilai tepat berdasarkan ilmu ekonomi yakni teori suppy and demand. Permintaan turun karena adanya perlambatan ekonomi global bukan karena harga timah itu sendiri (cateris paribus) Sebagai informasi harga timah di bursa berjangka hingga penghujung September 2019 berkisar 16.300 dolar Amerika Serikat per metrik ton.

Maka jika demand rendah, maka perseroan dapat melakukan penurunan supply. Penurunan supply mengakibatkan ketersediaan barang di pasar berkurang, dan memberikan dampak pada harga barang tersebut.

Pada perdagangan akhir pekan jumat lalu (4/10) harga saham TINS ditutup berada di level Rp 910/saham atau turun 2,66%. Secara year to date, saham TINS naik 21,19%, dengan kapitalisasi pasar Rp 6,81 triliun.

Sources: Kontan, CNBC, Antara News, RTI

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Jum’at, 4 Oktober 2019 PT. AKR Corporindo Tbk (AKRA) ditutup menguat sebesar +4,34% pada harga 4.090. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin AKRA membentuk candle Bullish Belt Hold yang mengindikasikan adanya potensi penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator Parabolic, Bolingger Band serta Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : Buy

Target Price : 4.310

Stop Loss : 3.950

(DISCLAIMER ON)

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *