MENTARI PAGI EDISI 523, JUMAT 04 OKTOBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Kamis (3/10/19) Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.28% pada level 6038.529 atau -16.896 poin . Dicatat 16.38 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 8.42 triliun. Asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) Rp 755,49 miliar di seluruh pasar. Tujuh dari sepuluh sektor berada dizona merah dengan sektor yang pelemahannya cukup signifikan yakni Sektor keuangan melemah 0,95%, sektor perkebunan melemah 0,67% dan sektor industri dasar melemah 0,43%. Sedangkan sektor yang berada dizona hijau yakni Sektor pertambangan menguat 1,52%, sektor konstruksi menguat 1,04% dan sektor aneka industri menguat 0,22%.

Jika dilihat dari segi teknikal,  dari chartnya IHSG masih dalam uptrend , diperkirakan IHSG hari ini akan rebound pada level 6000-6103 terlihat juga pada indikator RSI dan stochastic yang sudah berada di area oversold. Sentimen positif yang ada yakni kondisi politik indonesia yang sudah mulai kondusif. Dan para investor cenderung optimis untuk berinvestasi kembali.

BERITA EKONOMI

Setelah China, Kini AS Perang Dagang dengan Uni Eropa

Pengumuman tarif AS sebesar 10% dan 25% terhadap produk Uni Eropa berupa pesawat terbang, kopi, daging babi, hingga mentega. Walaupun mendapat izin dari WTO, Uni Eropa tetap berencana akan membalas tarif dari AS. Pemicu pengenaan tarif ini adalah dugaan AS bahwa Uni Eropa telah mensubsidi perusahaan pesawat terbang milik Uni Eropa yaitu Airbus sehingga Boeing, pabrikan pesawat AS menjadi kurang kompetitif. Kejadian ini membuat mayoritas indeks dunia ditutup melemah.  Setelah  tertekan oleh  kelesuan perekonomian dunia akibat perang dagang AS-China yang dampaknya mulai terlihat melalui indeks PMI di berbagai negara, perang dagang yang baru ini semakin memberatkan perputaran roda ekonomi dan resesi dunia semakin mendekat.

Menurut Hima AE, peristiwa ini akan menambah beban untuk indeks regional maupun global. Hal ini dikarenakan Uni Eropa merupakan salah satu partner dagang terbesar AS. Apabila aktivitas perdagangan antar kedua negara tersendat, maka perputaran ekonomi yang sekarang ini sudah tersendat-sendat pun akan semakin macet. Hal ini membawa dampak tak langsung kepada Indonesia. Investor akan menarik dananya dari negara-negara beresiko tinggi seperti Indonesia dan mengalihkan dananya ke aset safe haven.

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 3 Oktober 2019 PT. Agung Podomoro Land Tbk (APLN) ditutup menguat sebesar +2,54% pada harga 242. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin APLN membentuk candle Hammer Pattern yang mengindikasikan adanya potensi pembalikan arah trend. Hal ini juga didukung oleh indikator Parabolic, Relative Strength Index serta Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : Buy

Target Price : 260

Stop Loss : 224

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *