MENTARI PAGI EDISI 522, KAMIS 3 OKTOBER 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (2/10/19) ditutup melemah 1.35% ke level 6055.425. Semua sektor  berada di zona merah, kali ini IHSG membukukan pelemahan untuk hari yang keempat. Sektor yang mengalami pelemahan paling signifikan yaitu sektor mining (-1.80%) dan finance (-1.55%). Perdagangan kemarin tercatat 14.554 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 9.543 triliun. Asing juga mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) dikeseluruhan pasar mencapai 788.98 milyar.

Perdagangan hari ini kami prediksi masih akan mengalami pelemahan walau tidak sedalam kemarin. Rilisnya data manufaktur AS yang mengecewakan dan penantian ADP Private Payrolls dan Non Farm Payroll AS guna melihat apakah tenaga kerja pasar masih solid yang akan mempengaruhi investor dalam bertindak. Jika dilihat dari sisi teknikal tren pergerakan IHSG sedang turun, terlihat dari posisinya yang bergerak di bawah rata-ratanya selama lima hari terakhir (moving average/MA5) dan diperkuat oleh indikator MACD yang masih berada di wilayah negative membentuk pola persilangan mati (dead cross).

 

BERITA EKONOMI

Bank Mandiri targetkan penjualan ORI016 sebanyak Rp 800 miliar

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan mampu menjual Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI016 sebanyak Rp 800 miliar. Senior Vice President Wealth Management Group Bank Mandiri Elina Wirjakusuma optimistis target penjualan tersebut bisa tercapai.

Pasalnya, kupon tetap ORI016 sebesar 6,8% per tahun masih lebih tinggi dibandingkan instrumen lain, seperti Surat Utang Negara (SUN) bertenor 3 tahun yang setara dengan ORI016 ataupun deposito perbankan.

Bank Mandiri pun akan memfasilitasi investor ritel yang ingin melakukan transaksi jual-beli ORI016 di pasar sekunder dan memberikan harga yang bisa bersaing dengan bank-bank lainnya.

Elina melanjutkan, pihaknya akan fokus untuk meningkatkan penjualan ORI016 di kalangan investor milenial. Berhubung nilai minimum investasi instrumen ini sebesar Rp 1 juta sehingga cukup terjangkau bagi investor milenial.

Sebagai catatan, masa penawaran ORI016 dimulai pada hari ini dan akan berlangsung hingga tanggal 24 Oktober mendatang.

Menurut HIMA AE, obligasi negara ritel Indonesia (ORI) patut dilirik oleh investor milenial maupun investor lainnya. Pasalnya Surat utang negara ini cocok bagi mereka yang menginginkan investasi dengan bunga tetap yang lebih tinggi dari rata rata bunga deposito yang ditawarkan oleh bank konvensional yakni 6,8% per tahun dan tingkat resiko yang lebih rendah dari saham

Sebut saja deposito Bank Mandiri (BMRI) dengan tenor 1 tahun menawarkan bunga 5,5%, deposito Bank Negara Indonesia 1946 (BBNI) dengan bunga 5,6% per tahun, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menawarkan deposito dengan bunga 6% per tahun untuk tenor 1 tahun. (Berdasarkan pusat data Kontan per 2 Oktober 2019)

Masih banyak juga keunggulan lainnya seperti mudah dicairkan, bebas resiko gagal bayar karenaa dijamin oleh pemerintah 100% (tidak terlepas dari resiko pasar dan resiko likuiditas) dan adanya potensi untuk capital gain. Mari berkontribusi untuk pembangunan negeri dengan membeli ORI 016 dengan  investasi mulai dari Rp 1.000.000,00

Source : Kontan, Kompasiana, Bareksa

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 2 Oktober 2019 PT. Barito Pacific Tbk (BRPT) ditutup menguat sebesar +3,07% pada harga 1.005. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin BRPT membentuk candle Bullish Belt Hold yang mengindikasikan sinyal penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Moving Average 5, Stochastic serta Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : Buy

Target Price : 1.065

Stop Loss : 955

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *