MENTARI PAGI EDISI 521, RABU 2 OKTOBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Selasa (1/10/19) Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.50% pada level 6138.250 atau -30.852 poin . Dicatat 14.66 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 6.94 triliun. Asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) Rp 607,20  miliar di seluruh pasar. Semua sektor mengalami pelemahan dengan sektor yang pelemahannya cukup signifikan yakni sektor infrastruktur melemah 0,99%, sektor pertambangan melemah 0,68% dan sektor keuangan melemah 0,55%.

Jika dilihat dari segi teknikal, diperkirakan IHSG hari ini masih akan terkoreksi pada level 6109-6180, dilihat juga terdapat bentuk three black crows yakni penurunan 3 hari berturut-turun dan juga nampak dari indikator Relative Strength Index (RSI) maupun MACD belum menyentuh garis (oversold), Sentimen politik domestik seperti aksi para demonstrasi yang belum reda juga berpengaruh kepada pelemahan IHSG hari ini.

BERITA EKONOMI

September 2019 Deflasi 0,27%

Pada bulan September 2019 terjadi inflasi sebesar 0,27% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Deflasi terjadi pada bulan yang sama pada tahun lalu sebesar 0,18%. Deflasi didorong oleh penurunan harga barang-barang bergejolak antara lain penurunan harga cabai dan bawang merah. Sementara harga rokok dan harga makanan jadi menjadi pendorong inflasi setelah rencana kenaikan cukai rokok tahun depan. Untuk harga barang-barang inti terjadi inflasi sebesar 0,17%.

Menurut Hima AE, deflasi pada bulan ini tidak menandakan kelesuan ekonomi karena lebih didorong oleh penurunan harga cabai dan bawang merah yang masuk ke kategori barang-barang dengan harga bergejolak (volatil). Sejauh ini, pergerakan ekonomi domestik masih dibebani oleh perang dagang dan pemangkasan regulasi investasi. Dari sisi permintaan belum menunjukkan adanya pelemahan signifikan yang menandakan pelemahan ekonomi.

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan hari Selasa, 01 Oktober 2019 PT. Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) ditutup melemah sebesar -6,30% pada harga Rp1.710. Jika dilihat dari Analisa Teknikal, pada perdagangan kemarin ERAA membentuk candle Long Black Body. Hal ini juga didukung oleh Indikator Parabolic SAR, Bolingger Band dan MACD yang membentuk Death Cross.

Rekomendasi: Sell

Target Price Sell: Rp1.710 – Rp.1.400

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *