MENTARI PAGI EDISI 519, SENIN 30 SEPTEMBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Jumat (27/09/19) Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.54% pada level 6196.889 atau -33.445 poin . Dicatat 15.06 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 6.93 triliun. Asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) Rp 338,34 miliar di seluruh pasar. Semua sektor berada di zona merah, sektor dengan pelemahan yang cukup signifikan yakni sektor properti melemah 0.9%, sektor inflastruktur melemah 0,87% dan sektor industri dasar melemah 0.74%.

Kami memperkirakan IHSG diawal pekan ini akan mengalami pembalikan arah menguat walaupun penguatannya tidak terlalu tinggi dengan adanya sentimen positif global maupun domestik yakni redanya perang dagang antara AS dan China karna keluarnya keputusan pertemuan negosiasi dagang tanggal 10 oktober mendatang, sedangkan sentimen domestik yakni meredanya aksi demo yang telah membuat anjloknya IHSG beberapa hari yang lalu. Jika dilihat dari segi teknikal pun Nampak terlihat indikator RSI dan Stochastic sudah berada di area oversold.

BERITA EKONOMI

Meski penerimaan lesu, pemerintah tak akan mengerem belanja

Penerimaan pajak negara diperkirakan akan mengalami shortfall (pendapatan kurang dari target) yang lebih besar dari outlook pemerintah sebelumnya yang sebesar Rp 140,03T. Hal ini akan membuat defisit anggran 2019 melebar melebihi outlook 1,93% PDB. Penerimaan pajak hingga Agustus 2019 tercatat sebesar Rp 801,6 T, tumbuh secara year on year sebesar 0,21%. Menteri keuangan Sri Mulyani mengakui tantangan penerimaan pajak di semester dua akan semakin berat akibat perlambatan ekonomi global. Pemerintah memastikan tidak akan mengerem pengeluaran pemerintah sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi. Realisasi belanja K/L hingga Agustus mencapai angka 33,3% dari anggaran dan akan mencapai 91,6% pada akhir tahun. Pemerintah belum memastikan akan menambah utang sebagai pembiayaan defisit.

Menurut Hima AE, sikap pemerintah yang tidak mengurangi belanja saat perlambatan ekonomi memang perlu dilakukan sebagai bentuk stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi. Perlambatan ekonomi yang terjadi secara global tidak dapat dihindari oleh Indonesia. Dapat dilihat dari ekspor dan investasi yang semakin melambat. Apalagi, China yang menjadi mitra ekspor utama Indonesia juga mengalami kesulitan di tengah perang dagang. Tugas pemerintah adalah untuk menjaga agar perekonomian melambat tidak terlalu parah atau hard landing.

Sumber : Kontan

REKOMENDASI SAHAM

Pada hari Jumat 27 September 2019, Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ditutup menguat sebesar +1,29% menuju harga Rp7.825 jika menggunakan analisis Teknikal, formasi candle pada perdagangan kemarin membentuk Bullish Belt Hold dan membentuk pola Three White Soldiers yang mengindikasikan melanjutkan kenaikan dan juga didukung oleh indikator Parabolic SAR, serta Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham INDF.

Rekomendasi: Buy

Target Price : Rp8.025

Stop Lost    : Rp7.725

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *