MENTARI PAGI EDISI 517, KAMIS 26 SEPTEMBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Kamis (23/09/19) Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0.14% pada level 6146.404 atau +8.796 poin . Dicatat 17.01 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 8.01 triliun. Asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) Rp 769,28 miliar di seluruh pasar. Tujuh sektor berada di zona hijau, sektor dengan penguatan yang cukup signifikan yakni, sektor perkebunan menguat 0,82%, sektor industri dasar menguat 0,71% dan sektor infrastruktur menguat 0,50%, sedangkan tiga sektor lainnya berada di zona merah yakni, sektor aneka industri melemah 0,28%, sektor keuangan melemah 0,21% dan sektor tambang melemah 0,15%.

Jika dilihat dari segi teknikal, diperkirakan IHSG hari ini masih akan melanjutkan penguatannya pada level 6173-6190 dan juga didukung oleh indikator RSI yang sudah hampir menyentuh area oversold, meredanya aksi demo mahasiswa juga berpengaruh positif, dan membuat para pelaku pasar melakukan aksi buy.

 

BERITA EKONOMI

Larangan Ekspor Bijih Nikel Dipercepat, UE Buka Opsi Gugat Indonesia ke WTO

Tindakan Indonesia mempercepat larangan ekspor bijih nikel selama 2 tahun ke awal 2020 membuat Uni Eropa merasa terancam. Direktur Departemen Perdagangan Komisi Eropa Leopoldo Rubinacci mengatakan larangan ekspor bijih nikel Indonesia mengancam industri baja di Eropa sehingga pihaknya kemungkinan akan melayangkan gugatan ke WTO. Larangan ekspor menambah tekanan ke industri baja Eropa disamping melemahnya permintaan akibat perang dagang. Eropa pun berencana menambah stainless steel Indonesia ke dalam daftar kuota impor untuk mencegah tarif anti dumping AS pada baja asing. Eropa khawatir Indonesia dijadikan perantara pengiriman baja Meksiko dan China yang dikenakan tarif anti dumping oleh AS karena menjual pada harga di bawah pasaran. Kekhawatiran tersebut muncul karena lonjakan impor baja nirkarat dari Indonesia.

Menurut Hima AE, penggugatan terhadap larangan ekspor bijih nikel akan semakin memanaskan hubungan antara UE dan Indonesia setelah kasus kampanye negatif terhadap CPO Indonesia di Eropa. Kampanye tersebut membuat industri sawit dalam negeri mendapat tekanan yang besar mengingat Eropa merupakan salah satu tujuan ekspor sawit terbesar. Larangan ekspor bijih nikel ditujukan untuk meningkatkan kualitas ekspor Indonesia dimana nilai tambah dari bijih nikel ditingkatkan di dalam negeri. Pemerintah dalam hal ini harus dapat mengusahakan agar apabila gugatan benar-benar dilayangkan, hal yang terjadi pada CPO tidak tejadi pada bijih nikel.

Sumber : Bisnis.com

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada hari Rabu 25 September 2019, Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ditutup menguat sebesar +1,57% menuju harga Rp6.450 jika menggunakan analisis Teknikal, formasi candle pada perdagangan kemarin membentuk Bullish Belt Hold yang mengindikasikan melanjutkan kenaikan dan juga didukung oleh indikator Parabolic SAR, serta MACD yang mengindikasikan adanya penguatan pada saham MDKA.

Rekomendasi: Buy

Target Price : Rp6.630

Stop Lost    : Rp6.342

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *