MENTARI PAGI EDISI 516, RABU 25 SEPTEMBER 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah (-1.105%) ke level  6,137.608 pada Selasa (24/09/19). Semua sektor terkapar di zona merah, terlebih sektor mining mengalami pelemahan paling signifikan sebesar (-1.99%). Tercatat 12.021 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 7,969 triliun. Asing mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) dikeseluruhan pasar mencapai Rp 220.59 milyar.

Pada perdagangan hari ini kami memprediksi IHSG masih akan melanjutkan pelemahannya. Hal ini disebabkan sebagai imbas dari isu domestik atas demo mahasiswa sehingga mendorong investor asing meninggalkan pasar. Ketidakstabilan kondisi politik dan keamanan dalam negeri serta isu perlambatan ekonomi dunia semakin terlihat nyata setelah data Purchasing Manager’s Index (PMI) negara-negara Eropa mengalami penurunan, jika hal ini terus berlanjut maka akan berdampak pada tanah air. Jika dilihat dari sisi teknikal, IHSG berada dibawah rata-rata nilainya dalam lima hari Moving Average (MA5) dan didukung oleh indikator MACD yang sudah memberi sinyal death cross mengindikasikan bahwa index masih akan bergerak melemah.

 BERITA EKONOMI

Asing Sudah Kabur Rp 6 T, Demo Bikin Investor Ogah Masuk

Aksi demo yang dilakukan mahasiswa di sejumlah titik di Indonesia, termasuk di gedung parlemen yang berlangsung sejak Senin kemarin membuat langkah investor saham pada perdagangan Selasa ini (24/9/2019) surut

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, pada penutupan sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah jatuh 1,26% ke 6.128,2 poin, artinya IHSG sudah melorot dari level 6.200.

Sepanjang perdagangan pagi ini, posisi terendah indeks ada pada level 6.121,35 poin. Investor asing bahlan sudah mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 528,17 milliar di semua pasar

Bahkan dalam sebulan terakhir, asing sudah kabur dari pasar saham Indonesia hingga Rp 6,90 triliun di semua pasar.

Menurut HIMA AE, kondisi yang tidak kondusif di sejumlah daerah di Indonesia khususnya di DKI Jakarta akibat dari turunnya mahasiswa, untuk melakukan penyampaian aspirasi kepada DPR terkait penolakan revisi UU KPK dan RUU KUHP di depan gedung parlemen sejak senin kemarin (24/9). Melihat kondisi ini investor asing mulai khawatir dengan kondisi politik dan keamanan di Indonesia, sehingga melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 528,17 milliar.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah. Pelemahan terdalam dialami sektor pertambangan yang anjlok 1,99 persen. Kemudian disusul sektor aneka industry yang turun 1,72 persen dan sektor industry dasar turun 1,71 persen.

Investor cenderung “wait and see” terhadap masalah politik yang memanas di sebuah negara, dan masuk ke dalam pasar setelah negara tersebut kondusif. Bertolak belakang dengan terjunnya nilai IHSG, harga emas Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 3.000 per gram menjadi Rp 716.000. Penguatan yang terjadi melanjutkan tren kenaikan harga yang sudah terbentuk sejak pekan lalu.

Sentimen negatif pada pasar keuangan, ketidakpastian perang dagang antara China dan AS, dapat membuat harga emas semakin melambung, jika lingkungan mendukung, dimana ekonomi global akan resesi

Sources : CNBC, Liputan 6

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa, 24 September 2019 PT. Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI) ditutup menguat sebesar +0,67% pada harga 149. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin MAMI membentuk candle Hammer yang mengindikasikan sinyal penguatan yang berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh indikator Parabolic, Stochastic serta Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : Buy

Target Price : 158

Stop Loss : 140

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *