MENTARI PAGI EDISI 515, SELASA 24 SEPTEMBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Senin (23/09/19) Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.41% pada level 6206.166 atau -25.274 poin . Dicatat 15,27 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 7,98 triliun. Investor asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) Rp 185,63 miliar di seluruh pasar. Delapan dari sepuluh sektor berada dizona merah, sektor yang mengalami pelemahan cukup signifikan yakni Sektor industri dasar melemah 1,72%, sektor konstruksi melemah 1,65%, dan sektor manufaktur melemah  0,62%, sedangkan sektor aneka industri menguat 0,60% dan sektor keuangan menguat 0,03%.

Jika dilihat dari segi teknikal, diperkirakan IHSG hari ini masih akan melanjutkan pelemahannya Nampak pada indikator MACD maupun RSI yang masih menunjukan sinyal pelemahan, dan  sentimen negatif dari global seperti perang dagang antar AS-China, dan sentimen dari domestik yakni keadaan politik yang sedang memanas, akibatnya para pelaku pasar masih cenderung wait and see.

BERITA EKONOMI

Resesi 12 Bulan Lagi?

David Rosenberg, analis kenamaan di AS memperkirakan resesi bakal datang 12 bulan lagi walaupun The Fed berusaha mencegahnya dengan menurunkan suku bunga. Menurutnya data-data ekonomi. Telah menunjukkan hasil yang suram dan penghasilan sebenarnya telah berkontraksi. Ia memperkirakan The Fed akan kembali menurunkan kembali suku bunga pada Oktober dan Desember dan di 2020 menuju titik nol atau bahkan negatif, walaupun hal tersebut tidak akan berpengaruh. The Fed dalam empat hari berturut-turut telah menggelontorkan dana sebanyak 278 miliar USD untuk memenuhi likuiditas di pasar uang antar bank yang sempat bergejolak.

Menurut Hima AE, opini tentang resesi sudah terus berhembus sejak terjadinya inversi kurva yield obligasi AS. Ekonomi memang telah menguat 10 tahun terakhir dan dirasakan sudah waktunya untuk mengalami resesi dalam waktu dekat. Pelaku pasar terus memantau data-data ekonomi untuk mendapatkan gambaran tentang pergerakan roda ekonomi. Sejauh ini, perang dagang yang menjadi penyebab perlambatan perputaran ekonomi sudah mulai mendingin dan dapat mengurangi kekhawatiran pasar.

Sumber : CNBC Indonesia

REKOMENDASI SAHAM

Pada hari Senin 23 September 2019, United Tractors Tbk (UNTR) ditutup menguat sebesar +0,45% menuju harga Rp22.100 jika menggunakan analisis Teknikal, formasi candle pada perdagangan kemarin membentuk Long White Body yang mengindikasikan melanjutkan kenaikan dan juga didukung oleh indikator Stoch, serta Bollinger Band yang mengindikasikan adanya penguatan pada saham UNTR.

Rekomendasi: Buy

Target Price : Rp23.775

Stop Lost    : Rp21.450

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *