MENTARI PAGI EDISI 513, JUMAT 20 SEPTEMBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Kamis (19/09/19) Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.51% pada level 6244.470 atau +32.163 poin . Dicatat 14,95 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 7,75 triliun. Asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) Rp 597,12 miliar di seluruh pasar. Semua sektor kompak berada dizona merah, sektor dengan pelemahan yang sangat signifikan yakni  sektor perkebunan melemah 1,44%, sektor aneka industri melemah 1,19% dan sektor pertambangan melemah 1,19%.

 

Jika dilihat dari segi teknikal, diperkirakan IHSG hari ini masih akan melanjutkan pelemahannya tipis pada rance support 6226 dan resistance 6292, para pelaku pasar masih diperkirakan masih akan melakukan aksi profit taking, karena adanya kepastian bahwa the fed tidak menurunkan kembali suku bunga acuannya pada oktober mendatang. Dan juga belum adanya sentimen positif dari domestik yang menopang penguatannya.

BERITA EKONOMI

BI rate dan Investasi

Kamis (19/9) sore, BI mengumumkan penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin mengikuti penurunan suku bunga The Fed dari 2.25% menjadi 2%. Diikuti penurunan suku bunga deposito dan suku bunga kredit sebesar 25 basis poin. Dengan diturunkannya suku bunga, diharapkan dunia bisnis akan lebih berani untuk mengambil kredit lebih mengingat biaya untuk mendapat dana dari kredit menurun. Penuruna suku bunga juga menjadi kabar positif untuk aset investasi mengingat likuiditas pasar bertambah. Tren penurunan suku bunga sejalan dengan upaya pemerintah untuk menarik investasi ke dalam negri untuk memacu pertumbuhan ekonomi di tengah perang dagang. Disamping itu, pemerintah juga berupaya untuk memangkas berbagai regulasi dan pajak agar dapat bersaing dengan negara tetangga.

Menurut Hima AE, penurunan suku bunga dapat menjadi angin segar untuk emiten properti setelah sebelumnya mendapat kabar pemindahan ibukota. Ditambah dengan wacana penghapusan IMB sebagai bentuk pemangkasan regulasi demi menarik Penanaman Modal Asing (PMA) emiten properti semakin mendapat dorongan positif dari sisi supply. Rencana pemerintah untuk menarik PMA sudah dilakukan dengan baik, tetapi perlu diperhatikan pula dari sisi kejelasan hukum mengingat beberapa waktu lalu asing sempat langsung melakukan aksi jual bersih setelah berita revisi aturan KPK berhembus.

Sumber : CNBC Indonesia

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan hari Kamis, 19 September 2019 PT. Barito Pacific Tbk (BRPT) ditutup melemah sebesar -0,48% pada harga Rp1.030. Jika dilihat dari Analisa Teknikal, pada perdagangan kemarin BRPT membentuk candle Doji setelah Long Black Body dan juga membentuk Pattern Double Top (Reversal). Hal ini juga didukung oleh Indikator Parabolic SAR, dan MACD yang membentuk Death Cross.

 

Rekomendasi: Sell

Target Price Sell: Rp1.030 – Rp.905

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *