MENTARI PAGI EDISI 511, RABU 18 SEPTEMBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Selasa (17/09/19) Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0.28% pada level 6236.690 atau +17.255 poin. Dicatat 14,46 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai 8,81 triliun. Asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) Rp 585,67 miliar di seluruh pasar.

Enam dari sepuluh sektor berada di zona hijau, sektor yang mengalami penguatan cukup signifikan yakni, sektor perkebunan menguat 2,95%, sektor infrastruktur menguat 1,50% dan sektor industri barang konsumsi menguat 0,52%. Sedangkan empat sektor berada di zona merah yakni, sektor aneka industri melemah 2,71%, sektor industri dasar dan sektor manufaktur melemah 0,20%.

Jika dilihat dari segi teknikal, diperkirakan IHSG hari ini masih akan melanjutkan penguatannya pada support dilevel 6190 dan resistance dilevel 6300,para pelaku pasar optimis dengan sentimen global mengenai keputusan FOMC (Federal Open Market Committee) tentang kebijakan moneter.

BERITA EKONOMI

Keputusan Suku Bunga The Fed

Rabu (18/9) FOMC akan memutuskan kebijakan suku bunga yang akan dirilis sekitar pukul 2 sore ET (UTC -4) atau pukul 1 pagi WIB (UTC +7) diikuti oleh keputusan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia di sore harinya. Ketika berita ini dibuat, persepsi pasar terhadap penurunan suku bunga sebanyak 25 basis poin menjadi 175-200 turun menjadi 47.3%, sebelumnya sempat menyentuh angka 90% selama seminggu terakhir. Pasar mengubah persepsinya tentang penurunan suku bunga menjadi The Fed akan mempertahankan suku bunga, namun The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunganya satu kali lagi sampai akhir tahun. Data pengangguran initial jobless claim di AS menunjukkan penurunan klaim pengangguran menjadi 204.000 orang dari sebelumnya 219.000 orang dan merupakan angka terendah sejak kuartal 2 2019. Sedangkan data inflasi inti pada Agustus 2019 menunjukkan angka 2.4% yang meningkat dari yang sebelumnya 2.2%. Kedua data ini menambah  alasan The Fed untuk tidak menurunkan suku bunganya dan menstimulus perputaran ekonomi. Tensi Perang yang mulai menurun dan peristiwa di Timur Tengah yang berpotensi meningkatkan inflasi juga ikut memberikan sentimen kepada The Fed untuk mempertahankan suku bunganya di tengah ancaman resesi global dan desakan Presiden AS kepada The Fed untuk menurunkan suku bunganya sampai ke level negatif agar dapat membayar hutang-hutang negara. Dengan persepsi The Fed mempertahankan suku bunga, Bank Indonesia juga diperkirakan akan menahan suku bunga acuan di level 5.5% setelah sebelumnya telah menurunkan suku bunganya terlebih dahulu dibanding suku bunga The Fed yang dikenal dengan istilah ahead the curve. Tren penurunan suku bunga memberi dorongan positif untuk pasar karena dengan turunnya suku bunga, perusahaan-perusahaan dapat menurunkan biaya modalnya dan dapat mengambil kredit dengan biaya lebih rendah. Pasar juga mendapat kelebihan likuiditas dikarenakan operasi pasar yang mengiringi kebijakan penurunan suku bunga. Aset-aset safe haven juga mendapat sentimen positif karena penurunan suku bunga juga melambangkan perlambatan ekonomi.

REKOMENDASI SAHAM

Pada Hari Selasa 17 September 2019, Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) ditutup menguat sebesar +1,06% menuju harga Rp11.950, Jika menggunakan analisis Teknikal, formasi candle pada perdagangan kemarin membentuk Three Outside Up yang mengindikasikan melanjutkan kenaikan dan juga didukung oleh indikator Bollinger Band, dan juga volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Rekomendasi: Buy

Target Price: Rp12.200

Stop Loss: Rp11.825

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *