MENTARI PAGI EDISI 509, SENIN 16 SEPTEMBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Jumat (13/09/19) Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.12% pada level 6334.843 atau -7.331 poin. Dicatat 13.94 miliar saham yang diperdagangkan dibursa dengan total nilai transaksi 6.96 triliun. Asing mencatat aksi penjualan bersih (net foreign sell) Rp. 911,11 miliar diseluruh pasar. Enam dari sepuluh sektor berada di zona merah, sektor yang mengalami pelemahan yang cukup signifikan yakni sektor pertambangan melemah 2,1%, sektor industri dasar melemah 0,73% dan sektor perdagangan melemah 0,31%, sedangkan empat sektor berada di zona hijau yakni, sektor pertanian menguat 0,96%, sektor keuangan menguat 0,32% dan sektor inflastruktur menguat 0,2%.

Jika dilihat dari segi teknikal, diperkirakan hari ini masih akan melanjutkan pelemahannya pada level 6310-6363, para pelaku pasar cenderung wait and see menunggu hasil keputusan rapat FOMC (federal open market committee) berkaitan dengan suku acuan the fed dan belum adanya sentimen positif yang kuat untuk menopang IHSG hari ini baik domestic maupun global.

BERITA EKONOMI

Tarif naik, begini tren cukai rokok di negara-negara anggota OECD

Pemerintah menetapkan kebijakan tarif cukai rokok dengan rata-rata 23% untuk tahun 2020. Selain itu, harga jual eceran rokok juga akan meningkat menjadi rata-rata 35%. Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Surjantoro menjelaskan, pertimbangan menaikkan tarif cukai rokok seiring dengan meningkatnya prevalensi perokok secara global dari 32,8% menjadi 33,8% saat ini.

Adapun, tren peningkatan tarif cukai rokok juga terjadi di negara-negara belahan lain di dunia. Bahkan, peningkatan cukai dan harga jual rokok sudah lebih pesat di negara  Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). Dalam laporan terbarunya belum lama ini, Tax Policy Reforms 2019, OECD melaporkan bahwa total beban cukai pada rokok telah mencapai 50% dari harga jualnya kepada konsumen di hampir seluruh negara OECD. Bahkan ada delapan negara dengan beban cukai mencapai 80% dari harga rokok , beberapa di antaranya seperti Prancis, Chile, dan Finlandia.

Menurut HIMA AE peningkatan pengenaan tarif cukai akan mendorong penerimaan negara sekaligus mengendalikan perilaku konsumsi terhadap produk yang memiliki dampak eksternalitas negatif. Namun dilain sisi wacana kenaikan tarif cukai rokok akan memberi dampak negatif bagi keberlangsungan Industri Hasil Tembakau (IHT), hal ini bisa mempengaruhi target penerimaan dari hasil cukai tembakau. Pasalnya pemerintah saat ini masih mengandalkan produk hasil tembakau untuk memenuhi target perpajakan. Selain itu kenaikan cukai yang sangat drastis juga akan berdampak pada berkurangnya lapangan pekerjaan dan menurunnya produksi rokok serta penyerapan bahan baku.

Sumber: Kontan

REKOMENDASI SAHAM

Pada hari Jum’at 13 September 2019, XL Axiata Tbk (EXCL) ditutup menguat sebesar +2,99% menuju harga Rp3.450 jika menggunakan analisis Teknikal, formasi candle pada perdagangan kemarin membentuk Bullish Belt Hold yang mengindikasikan melanjutkan kenaikan dan juga didukung oleh Indikator Bollinger Band serta Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut

Rekomendasi: Buy

Target Price : Rp3.650

Stop Lost    : Rp3.300

(DISCLAIMER ON)

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *