MENTARI PAGI EDISI 508, JUMAT 13 SEPTEMBER 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (12/09/19) ditutup melemah ke level 6,342.174 (-0.623%). Hampir seluruh sektor kompak mengalami pelemahan,hanya sektor properti yang mengalami penguatan. Sektor yang mengalami pelemahan paling signifikan yaitu sektor aneka industri (-2.03%) disusul sektor infrastruktur  (-1.37%), sementara sektor properti menguat (+0.12%) . Tercatat 14.060 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 8.829 triliun. Asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) dikeseluruhan pasar mencapai Rp 2.57 milyar.

Pada perdagangan hari ini kami memprediksi IHSG masih bergerak cenderung bertahan pada zona hijau. Walaupun pergerakan saham gabungan ini berfluktuasi , namun koreksi masih dikatakan wajar dimana dalam beberapa hari ini ruang pergerakan IHSG memang sangat terbatas. Sentimen global mengenai pemangkasan suku bunga The Fed masih menjadi sentimen penggerak pasar yang dinanti-nanti. Dilihat dari sisi teknikal, peluang IHSG mengalami kenaikan masih terlihat di fase uptrend jangka pendeknya. Range IHSG diproyeksi akan menembus level 6.350. Didukung oleh indikator Moving Average mulai bergerak naik  memasuki rata-ratanya dalam lima hari terakhir (MA5) dan sinyal Relative Strenght Index (RSI) yang belum menyentuh level overbought.

BERITA EKONOMI

Mantap! IHSG menguat dalam tujuh hari perdagangan berturut-turut

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menembus 6.400 pada awal perdagangan Kamis (12/9). Pada pukul 9,06 WIB, IHSG tercatat menguat 14 poin atau 0,23% ke 6.397.

IHSG sempat menyentuh 6.414,48 pada awal perdagangan sebelum mengurangi kenaikan. Ini adalah kenaikan IHSG dalam tujuh hari berturut-turut sejak 4 September.

Enam sektor tercatat menguat dengan kenaikan tertinggi pada sektor keuangan, sebesar 0,69%. Sektor perdagangan dan jasa naik 0,40%. Sektor perkebunan menguat 0,38%. Sedangkan sektor barang konsumen naik 0,33%.

Empat sektor masih turun. Sektor aneka industri memimpin penurunan sebesar 0,54%. Sektor infrastruktur turun 0,19%. Sektor tambang tergerus 0,27% dan sektor industri dasar melemah 0,13%.

Investor asing mencatat net sell Rp 15,63 miliar di pasar reguler dan total net sell Rp 3,54 miliar di seluruh pasar.

Menurut HIMA AE,  pergerakan positif IHSG didorong oleh keyakinan investor akan meredanya trade war antara China dan AS, setelah pemerintah China dikabarkan kembali meminta Amerika Serikat untuk menunda pengenaan bea masuk baru serta melonggarkan sanksi terhadap huawei. Sebelumnya pemerintah AS melakukan black list terhadap raksasa teknologi asal negeri bambu tersebut terkait masuknya Huawei ke dalam daftar hitam perusahaan yang dilarang berbisnis dengan perusahaan AS.

Pada perdagangan hari ini (12/10) indeks Dow Jones ditutup naik 0.85% ke level 27,137.040, NASDAQ naik 56.290 basis poin ke level 8,225.970 dan S&P 500 mengalami penguatan sebesar 0.11% 3,004.160. Disisi lain Shanghai Composite Index menguat 0.75% ke level 3031.240. Tentunya para investor berharap kabar yang beredar bukan hanya sekadar kabar tetapi suatu kesepakatan yang telah disepakati antara kedua belah pihak

Sources : Kontan, Detik, RTI

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 12 September 2019 PT. H.M. Sampoerna Tbk (HMSP) ditutup menguat sebesar +1,44% pada harga 2820. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin HMSP membentuk candle Spinning Top. Hal ini juga didukung oleh indikator RSI yang bergerak menguat, Volume yang menunjukkan banyaknya akumulasi serta telah breakout pada Moving Average 5.

Recommendation : Buy

Target Price : 2920

Stop Loss : 2730

(DISCLAIMER ON)

One thought on “MENTARI PAGI EDISI 508, JUMAT 13 SEPTEMBER 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *