MENTARI PAGI EDISI 506, RABU 11 SEPTEMBER 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (10/09/19) ditutup menguat ke level 6,336.673 (+0.165%). Lima sektor menguat, lima sektor juga melemah. Sektor property memimpin penguatan (+1.06%) disusul sektor agriculture (+0.69%) sementara sektor yang mengalami pelemahan signifikan dari sektor trade,service dan investment (-0.94%) kemudian diikuti oleh sektor mining (-0.91%). Tercatat 14.258 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 8.135 triliun. Asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) dikeseluruhan pasar mencapai Rp 239.31 milyar.

Pada perdagangan hari ini kami memprediksi IHSG akan berfluktuasi tetapi cenderung menguat. Rentang perdagangan diperkirakan pada level 6.300 hingga 6.350. Adanya ekspektasi turunnya suku bunga acuan The Fed AS memberikan angin segar bagi investor. Jika dilihat dari sisi teknikal, IHSG masih berpotensi menguat kembali meski terbatas didukung oleh indikator (moving average /MA 5) yang bergerak diatas nilai rata-ratanya dalam lima hari terakhir dan Relative Strength Index (RSI) yang belum menyentuh level jenuh belinya (overbought).

BERITA EKONOMI

Tunas Baru Lampung (TBLA) Catatkan Kinerja Positif, Bisnis HilirJadi Penolongnya

Wakil Direktur Utama TBLA Sudarmono Tasmin mengatakan, kinerja TBLA yang tumbuh positif di tengah tren penurunan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) didorong oleh focus TBLA yang bergerak di segmen hilir. “TBLA fokusnya di penjualan downstream, seperti minyak goreng, sabun, margarin, dan juga biodiesel,” kata dia saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (10/9).

Dengan begitu, produk-produk dengan nilai tambah ini dapat menjadi penolong di tengah tren penurunan harga CPO. Jika dirinci, berdasarkan laporan keuangan TBLA semester I-2019, pendapatan TBLA dari produk pabrikasi dan turunan dari pengolahan hasil kelapa sawit turun tipis 1,45% secara tahunan, dari Rp 2,89 triliun menjadi Rp  2,85 triliun.

Dari sisi laba bersih, TBLA  juga mencatatkan kenaikan 2,73% secara tahunan, dari Rp 349,56 miliar menjadi Rp 359.13 miliar per semester I-2019. Sudarmono yakin, hingga akhir tahun ini perusahaannya akan tetap mencatatkan kinerja positif.

Menurut HIMA AE, terdapat beberapa sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga minyak kelapa sawit salah satunya adalah kebijakan India yang mengumumkan kenaikan bea masuk untuk produk olahan CPO. Keputusan pemerintah India tersebut sangat mempengaruhi harga, mengingat India sebagai importir CPO terbesar di dunia. Hal serupa juga terjadi dengan Malaysia yang sebelumnya terkena tarif bea masuk 45%.

Lambatnya pertumbuhan ekonomi global akibat dari trade war antara AS dan China turut mempengaruhi harga komoditas yang berada di seluruh dunia. Perseroan harus memiliki strategi dan perencanaan kedepan untuk volume produksi, target penjualan, dan efisiensi biaya serta mengembangkan penjualan downstream dengan bekerjasama dengan emiten yang terkait dalam bidang tersebut, sehingga penurunan harga minyak kelapa sawit dapat ditutupi dengan hasil penjualan downstream. Perusahaan juga diharapkan kedepannya dapat melakukaan investasi baru dengan membuka pabrik pada kawasan strategis sehingga dapat meningkatkan tingkat volume produksi perusahaan.

Sorces : Kontan, CNBC

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa,10 September 2019 PT. Media Nusantara CitraTbk (MNCN) ditutup menguat sebesar+1,16% pada harga 1305.Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin MNCN membentuk candle Spinning Top. Hal ini juga didukung oleh indikator RSI, Stochastic serta Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : Buy

Target Price : 1375

Stop Loss : 1250

(DISCLAIMER ON)

10 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 506, RABU 11 SEPTEMBER 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *