MENTARI PAGI EDISI 505, SELASA 10 SEPTEMBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Senin (9/09/19) Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0.27% pada level 6326.213 atau +17.263 poin. Tercatat 15,66 miliyar saham yang diperdagangkan di bursa dengan total nilai transaksi 7,92 triliun. Asing mencatat penjualan bersih (net foreign sell) Rp 350,57 miliar di seluruh pasar. Hanya ada tiga sektor yang berada di zona merah sektor aneka industry melemah 1,06%, sektor keuangan melemah 0,71% dan sektor konstruksi melemah 0,12%. Sedangkan ada tujuh sektor yang berada dizona hijau dengan penguatan yang signifikan  yakni, sektor tambang menguat 1,65%,sektor infrastruktur menguat 1,16% ,sektor  perdagangan dan jasa menguat 1,08%.

Jika dilihat dari segi teknikal, diperkirakan IHSG pada hari ini akan mengalami koreksi wajar pada rance support berada di level 6.263-6.290 dan resistance 6.345-6.385, para investor cenderung melakukan sikap wait and see karna menantikan rapat Federal Reserve pada pertengahan bulan.

BERITA EKONOMI

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia diramalkan di bawah 5%

Bank Dunia dalam laporannya meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 dibawah 5%. Tanda perlambatan ekonomi dunia telah terlihat di pasar surat utang negara AS, perlambatan ekonomi Eropa dan pelemahan di China. Indonesia sudah menunjukkan tanda perlambatan dan akan mengalami lebih di masa mendatang dikarenakan rendahnya produktivitas dan pertumbuhan pekerja. Ekonomi Indonesia diramalakan bertumbuh 4.9% di 2020 dan 4.6% di 2022. Penyebab perlambatan ekonomi antara lain karena arus modal keluar yang disebabkan oleh masih defisitnya neraca berjalan. Solusi yang tepat menurut Bank Dunia adalah menaikkan penanaman modal asing (PMA) ketimbang mengurangi CAD.

Menurut Hima AE, defisit neraca berjalan memang menjadi permasalahan bagi ekonomi Indonesia dan berdampak negatif terhadap pasar modal domestik. Pemerintah sejauh ini telah melakukan berbagai antisipasi terhadap neraca berjalan seperti pemotongan pajak, pencabutan subsidi, dan pemangkasan regulasi. Apabila perekonomian dunia melambat, tidak hanya Indonesia tetapi semua negara di dunia bakal terdampak. Tugas Indonesia hanya mengurangi atau paling tidak memperlambat dampak tersebut agar perekonomian tidak hard landing.

Sumber : CNBC Indonesia

REKOMENDASI SAHAM

Pada hari Senin 09 September 2019, Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) ditutup menguat sebesar +5,51% menuju harga Rp5.075 jika menggunakan analisis Teknikal, formasi candle pada perdagangan kemarin membentuk Bullish Belt Hold yang mengindikasikan melanjutkan kenaikan dan juga didukung oleh indikator MACD, dan juga Parabolic SAR yang mengindikasikan adanya reversal.

Rekomendasi: Buy

Target Price : Rp5.650

Stop Lost    : Rp4.690

(DISCLAIMER ON)

2 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 505, SELASA 10 SEPTEMBER 2019

  1. I just couldn’t depart your website prior to suggesting that I actually enjoyed the standard information a person provide for your visitors? Is gonna be back often in order to check up on new posts

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *