MENTARI PAGI EDISI 501, RABU 04 SEPTEMBER 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Selasa (3/09/19) Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.46% pada level 6261.590 atau -28.956 poin. Tercatat 15,20 miliyar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi mencapai 7,87 triliun, asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) Rp 399,05 miliar di seluruh pasar. Tujuh sektor berada dizona merah, sektor yang mengalami pelemahan signifikan yakni sektor infrastruktur melemah 1,29%, sektor aneka industri melemah 1,07%, dan sektor keuangan melemah 0,80%, sedangkan hanya ada tiga sektor yang berada dizona hijau yakni sektor konstruksi menguat 0,19%, sektor consumer goods menguat 0,19%, dan sektor perdagangan menguat 0,04%.

Jika dilihat dari segi Teknikal, hari ini IHSG masih akan mengalami pelemahan yang didukung oleh indikator stochastic masih berada dilevel overbought dan indikator MACD membentuk golden cross diarea negative, IHSG pun masih dibayangi oleh sentimen negatif dari global maupun domestik, seperti perang dagang antara Amerika dan China yang masih menunggu pertemuan kedua belah pihak dan dari domestik yakni market yang masih mencerna data inflasi.

BERITA EKONOMI

Sektor Manufaktur Terus Memburuk

Provider data keuangan global, IHS Markit mencatat indeks PMI Indonesia turun dari 49,5 pada bulan Juli ke 48,9 pada bulan Agustus. Angka ini merupakan yang terendah sejak November 2015. Penurunan didorong oleh penurunan permintaan baru, output, dan ketenagakerjaan. Perlambatan sektor manufaktur masih didorong oleh adanya perang dagang yang berdampak negatif ke banyak negara seperti negara-negara ASEAN berikut PMI-nya. Singapura (42,9), Malaysia (47,4), Thailand (50), Vietnam (51,4). PMI diatas 50 menunjukkan sektor manufaktur yang berekspansi, sedangkan dibawah 50 menunjukkan perlambatan. Dapat dilihat sektor manufaktur Vietnam yang bergairah karena dapat memanfaatkan perang dagang. Secara global sektor manufaktur menunjukkan perbaikan dari bulan Juli dengan PMI 49,3 ke Agustus 49,5. AS dan China juga mengalami kenaikkan dari Juli ke Agustus. Faktor-faktor yang diukur dalam indek PMI antara lain : permintaan baru, output, ketenagakerjaan, waktu pengiriman pemasok, dan stok pembelian.

Menurut Hima AE, sektor manufaktur global yang masih dalam level kontraksi atau perlambatan dipicu oleh perang dagang antara AS dan China. Apabila kondisi ini terus berlanjut dalam waktu lama, perang dagang dapat menjadi pemicu resesi selanjutnya. Rilis indeks ini dapat menjadi salah satu kabar buruk untuk IHSG. Sektor manufaktur Indonesia masih belum bisa memanfaatkan peluang dari perang dagang.

Sumber : Kontan, IHS Markit.

RECOMENDASI SAHAM

Pada hari Selasa 3 September 2019, Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) ditutup menguat sebesar +1,41% menuju harga Rp1.800 jika menggunakan analisis Teknikal, formasi candle pada perdagangan kemarin membentuk Long White Body yang mengindikasikan melanjutkan kenaikan dan juga didukung oleh indikator Bollinger Band, dan juga indikator MACD yang membentuk Golden cross

Rekomendasi: Buy

Target Price : Rp1.900

Stop Lost   : Rp1.750

(DISCLAIMER ON)

7 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 501, RABU 04 SEPTEMBER 2019

  1. I precisely needed to appreciate you once more. I am not sure what I would have handled in the absence of the recommendations shown by you directly on this theme. It was actually a real distressing scenario in my view, but considering a specialised fashion you handled that took me to weep over contentment. Now i’m grateful for your assistance and expect you know what an amazing job you happen to be providing instructing most people by way of a site. Most likely you haven’t met any of us.

    Reply

  2. Great post. I was checking constantly this blog and I’m impressed! Very useful information particularly the last part ?? I care for such info a lot. I was looking for this certain info for a long time. Thank you and best of luck.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *