MENTARI PAGI EDISI 500, SELASA 03 SEPTEMBER 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (02/09/19) ditutup melemah ke level 6,290.546 (-0.599%). Hanya empat sektor yang mengalami penguatan, sementara enam sektor lainnya melemah. Sektor mining memimpin penguatan (+1.75%) sementara sektor yang membuat pelemahan IHSG terbesar dari sektor konsumer (-1.69%) Tercatat 15.529 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 7.813 triliun. Asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) dikeseluruhan pasar mencapai Rp 26.17 milyar.

Pada perdagangan hari ini kami memprediksi IHSG masih akan mengalami koreksi karena adanya ekskalasi perang dagang AS-China yang memberi dampak signifikan terhadap bursa tanah air. Kedua negara dengan perekonomian terbesar tersebut saling mengenakan bea masuk baru terhadap masing-masing produk impor asal China maupun AS. Hal ini dikhawatirkan keduanya akan semakin jauh dari yang namanya kesepakatan dagang. Sedangkan dari dalam negeri IHSG dibebani oleh rilis angka inflasi yang berada dibawah ekspektasi mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat sedang berada di level yang relative rendah. Jika dilihat dari sisi teknikal, IHSG masih akan mengalami pelemahan didukung oleh sinyal stochastic yang sudah berada di level overbought.

BERITA EKONOMI

Naik Lebih Dari US$ 100 Dalam Sebulan, Harga Emas Masih Mampu Menanjak

Harga emas menguat lagi setelah koreksi pada akhir pekan lalu. Senin (2/9) pukul 7.45 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1537 per ons troi.

Harga emas ini naik 0,50% ketimbang harga pada jumat lalu di US$ 1529,40 per ons troi. Dalam sepekan, harga emas cenderung stagnan, tapi, harga logam mulia ini menguat 6,90% atau naik US$100 dalam sebulan terakhir.

Harga emas spot pagi ini berada di US$ 1528,61 per ons troi, naik 0,54% dari perdagangan hari sebelumnya. Sejalan dengan kenaikan harga emas, harga saham PT Aneka Tambang Tbk mengalami penguatan harga 100 poin atau 9,35% ke level Rp1170 pada sesi penutupan dimana sebelumnya pada pembukaan market berada pada level Rp1120.

Keputusan pemerintah untuk mempercepat kebijakan larangan ekspor bijih nikel kadar rendah dari 2022 menjadi awal 2020 mendongkrak laju saham emiten produsen komoditas itu salah satunya ANTM, di pasar modal pada perdagangan senin (2/9/2019)

Menurut HIMA AE ketidakpastian ekonomi global yang disebabkan perang dagang antara China dan AS yang memasuki ronde baru membuat para investor bersikap wait and see dan bergegas memburu aset perlindungan seperti emas. Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang banyak diminati dan memiliki harga yang relatif stabil dan cenderung naik. Terhitung mulai Minggu, 1 September 2019, kedua belah oihak saling melancarkan tarif terhadap barang impor masing-masing. Presiden Donald Trump memberlakukan tarif 15 persen terahadap impor China senilai sekitar US$110 milliar. Tarif tersebut berdampak pada barang barang konsumen mulai dari alas kaki dan pakaian jadi hingga tekstil dan produk teknologi tertentu seperti apple watch. Tak mau kalah, China dikabarkan mulai mengenakan tarif tambahan pada sejumlah barang asal AS senilai US$75 milliar. Namun beijng tidak merinci nilai barang yang dikenakan lebih tinggi mulai 1 September. Kementerian Perdagangan China yang mengkonfirmasi kemungkinan pertemuan perdagangan pada September mendatang memberi sinyal positif bagi investor akan optimistis terhadap kesepakatan dagang antara China dan AS

Source : Kontan, Bisnis.com

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 2 September 2019 PT. Timah Tbk (TINS) ditutup menguat sebesar +13,27% pada harga 1110. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin TINS membentuk candle Long White Body. Hal ini juga didukung oleh indikator RSI, Stochastic serta Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : Buy

Target Price : 1200

Stop Loss : 1050

(DISCLAIMER ON)

5 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 500, SELASA 03 SEPTEMBER 2019

  1. You actually make it seem so easy with your presentation but I find this topic to be really something that I think I would never understand. It seems too complicated and very broad for me. I am looking forward for your next post, I’ll try to get the hang of it!

    Reply

  2. I do love the way you have framed this challenge plus it really does offer me some fodder for thought. On the other hand, through everything that I have witnessed, I only hope as other commentary stack on that individuals stay on point and not get started on a soap box regarding some other news du jour. Yet, thank you for this fantastic piece and whilst I do not concur with it in totality, I respect your point of view.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *