MENTARI PAGI EDISI 495 SELASA, 23 JULI 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Senin (22/07/19) Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.36% pada level 6433.547 atau -22.993 poin. Total volume saham yang diperdagangkan di bursa yaitu 17.734 miliyar dengan total nilai 8.045 triliun. Dua dari sepuluh sektor berada dizona merah yakni, sektor industri dasar menguat 0,25% dan sektor keuangan menguat 0,17%, sedangkan sektor yang mengalami penurunan sangat signifikan yakni, sektor consumer goods melemah 1,09%, sektor perdagangan melemah 0,99%. Investor asing mencatat penjualan bersih Rp 232,72 miliar di seluruh pasar.

Dilihat dari segi teknikal, IHSG pada hari ini masih kan melanjutkan pelemahannya pada rance 6480-6380 . minimnya sentimen positif domestic dan perang dagang  membuat pelemahan IHSG kemarin begitu pula hari ini dikarenakan para pelaku pasar cenderung wait and see.

BERITA EKONOMI

China Hajar Baja RI, Kenakan Tarif Impor Anti-Dumping 100%

China akan mengenakan bea masuk anti-dumping (BMAD) pada beberapa produk stainless steel asal Indonesia. Selain itu, China juga menerapkan anti-dumping yang sama terhadap Uni Eropa (UE), Jepang, dan Korea Selatan. Tarif anti-dumping yang akan diterapkan China beragam, dari rentang terendah 18,1% hingga 103,1% dan akan dikenakan pada billet stainless steel dan plat baja hot-rolled stainless. Billet stainless steel dan pelat baja stainless hot-rolled biasa digunakan sebagai bahan baku untuk membuat produk stainless steel cold-rolled, atau digunakan dalam pembuatan kapal, kontainer, rel/jalur, listrik dan industri lainnya. Kementerian Perdagangan China menyatakan, tarif anti-dumping akan efektif pada 23 Juli 2019.

Menurut Hima AE pemerintah Indonesia juga wajib melindungi produk ekspor Indonesia yang dikenakan perlakuan tidak adil, termasuk baja. Pengenaan bea masuk anti-dumping (BMAD) terhadap produk baja RI memukul penjualan ekspor sejumlah emiten, seperti Krakatau Steel (KRAS). Tidak dapat dipungkiri bahwa BMAD berdampak pada penurunan penjualan, pasalnya bea masuk membuat pergerakan produksi baja dalam negeri tidak leluasa sehingga mempersempit ruang gerak ekspor. Dengan dikenakannya tarif impor anti-dumping oleh China terhadap produk baja RI memungkinkan terjadinya defisit neraca perdagangan karena penurunan ekspor. Selain itu kebijakan pembatasan impor baja sangat diperlukan untuk melindungi emiten industri baja nasional. Sehingga kedepannya, lebih mengandalkan produk baja dalam negeri.

(Sumber:CNBC)

REKOMENDASI SAHAM

Pada hari Senin 22 Juli 2019, Kino Indonesia Tbk (KINO) ditutup menguat sebesar +2,74% menuju harga Rp3.000 jika menggunakan analisis Teknikal, formasi candle pada perdagangan kemarin membentuk Long White Body yang mengindikasikan melanjutkan kenaikan dan juga didukung oleh indikator MACD yang membentuk Golden Cross, dan juga indikator Parabolic SAR yang mengindikasi adanya reversal.

Rekomendasi: Buy

Target Price : Rp3.200

Stop Lost    : Rp2.900

(DISCLAIMER ON)

6 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 495 SELASA, 23 JULI 2019

  1. Porque permite superar la disfunción, recuperar la confianza y aumentar la satisfacción de las relaciones sexuales. Las causas que provocan la disfunción eréctil son muy diversas y pueden ser tanto de origen psicológico (por factores como ansiedad, estrés, depresión, etc) como de origen orgánico (en este caso puede tratarse de problemas hormonales, vasculares, etc).

    Reply

  2. Extremadamente raras veces una falta de hormonas de sexo masculinas son responsables de la impotencia. Es un suplemento hormonal que siempre ha de ser recomendado y controlado por el andrologo.

    Reply

  3. Thanks a lot for providing individuals with remarkably nice opportunity to read in detail from this site. It is often so superb plus jam-packed with amusement for me and my office colleagues to visit your blog at least 3 times every week to see the latest items you have got. And of course, we’re usually impressed with your terrific suggestions you serve. Certain two facts in this article are completely the very best we have all ever had.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *