MENTARI PAGI EDISI 492 KAMIS, 18 JULI 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu kemarin (17/07/19) ditutup melemah  (-0.114%) pada level 6,394.609. Hampir semua sektor mengalami pelemahan, hanya satu sektor yang masih bertahan. Sektor consumer (+0.96%) menjadi satu-satunya sektor yang tidak merasakan zona merah, sementara sembilan sektor lainnya mengalami pelemahan. Pelemahan tertinggi dipimpin oleh sektor aneka industri (-3.66%) disusul sektor infrastruktur (-0.51%).  Tercatat 18.540 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 8.988 triliun. Asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) dikeseluruhan pasar mencapai Rp 358.12 milyar.

Pada perdagangan hari ini kami memprediksi IHSG masih akan terkoreksi, dilihat dari tak adanya sentiment positif dari dalam negeri serta para pelaku pasar yang mengkhawatirkan hasil dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) mengenai penetapan kebijakan suku bunga acuan. Dari pasar global, sentimen negatif datang dari potensi memanasnya hubungan AS-China mengenai pengenaan bea masuk baru bagi produk impor asal China senilai US$ 325 milyar. Sementara dari sisi teknikal IHSG mulai berada pada fase downtrend jangka pendeknya yang sudah memasuki rata-rata bawah nilainya dalam lima hari terakhir (MA5).

 

BERITA EKONOMI

Emiten Batubara Masih  Menghadapi Tekanan

Moodys  (sebuah lembaga pemeringkat kredit yang berada di New York) menyebutkan bahwa perkembangan regulasi di Indonesia dan Tiongkok akan menekan harga batubara hingga tahun 2020. Akibatnya pendapatan perusahaan tambang akan lebih rendah dan melemahkan kemampuan membayar utang dan kemampuan membayar bunga utang

Moodys menjelaskan ada enam perusahaan batubara di Indonesia yang akan terkena dampak tersebut. Enam perusahaan tersebut antara lain PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Golden Energy and Resources Ltd, PT Adaro Energy Tbk (ADRO), Geo Energy Resources Limited, PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

Lebih lanjut, Moodys menjelaskan BYAN dan Golden Energy and Resources Ltd merupakan emiten yang memilki penyangga cukup kuat dalam menghadapi tekanan tersebut. Sementara itu, BUMI dinilai tidak memiliki kemampuan membayar utang dan bunga utang karena risiko likuiditas yang bergantung pada PT Kaltim Prima dan PT Artumin Indonesia untuk membayar utangnya.

Menurut HIMA AE lesunya permintaan batubara oleh china sejak tahun 2018 karena terdapat pembatasan impor untuk mendukung produsen lokal. Kendati demikian impor batu bara China hanya sebesar 280,8 juta ton. Meskipun angkanya naik (tipis) dari tahun sebelumnya yang sebesar 271,1 juta ton. China, harus diakui masih menjadi pemain kunci dalam pembentukan keseimbangan pasar batu bara global. Pasalnya, dari seluruh batu bara yang diperdagangkan secara internasional (seaborne) pada tahun 2018, sebanyak 22% di antaranya dibeli oleh China. Emiten batubara nasional harus siap dalam menghadapi ketidakpastian pasar, dengan cara mengkalkulasikan jumlah produksi batubara yang dihasilkan agar tidak overload, mengingat adanya usaha menaikkan jumlah produksi batubara dalam negeri oleh pemerintah. Emiten juga perlu melakukan pembelajaran dari laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan neraca agar mendapatkan kinerja perusahaan yang lebih baik kedepannya. Pemerintah dapat mencari negara tujuan ekspor batubara baru dengan membuat kontrak dan perjanjian baru dengan negara terkait.

(Sumber :Kontan)

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 17 Juli 2019 PT. Gudang Garam Tbk (GGRM) ditutup menguat sebesar +0,43% pada harga 76.625. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin GGRM membentuk formasi candle Long White Body. Hal ini juga didukung oleh indikator Stochastic, Bollinger Band serta Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : Buy

Target Price : 77.700

Stop Loss : 76.050

(DISCLAIMER ON)

6 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 492 KAMIS, 18 JULI 2019

  1. Un estudio publicado en una edición de 1998 de Psychosomatic Medicine muestra un vínculo claro entre la depresión y la disfunción eréctil en los hombres. Es evidente que estamos tratando con un tema muy delicado, el cual no suele hablarse de manera abierta con las personas, más es importante tocar algunos tópicos para poder conocer más a fondo sobre este problema y sus consecuencias.

    Reply

  2. Nuestro pene, otra vez lo volvemos a ver en forma, responde a nuestras peticiones, nos saluda como en sus mejores tiempos, lo vemos con una erección duradera. Además es incompatible con fármacos que contengan nitratos, ya que la combinación de ambos, puede llegar a ser mortal.

    Reply

  3. Greetings from Ohio! I’m bored to tears at work so I decided to
    browse your website on my iphone during lunch break.
    I love the knowledge you provide here and can’t wait to take a look when I
    get home. I’m amazed at how fast your blog loaded on my mobile ..

    I’m not even using WIFI, just 3G .. Anyways, awesome site!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *