MENTARI PAGI EDISI 489 SENIN,15 JULI 2019

REVIEW IHSG

Pada perdagangan Jumat (12/07) IHSG ditutup melemah 43,72 poin ke level 6373,345 atau -0,68% dengan volume perdangan mencapai 17,29 miliar saham dan total nilai transaksi 8,25 triliun rupiah. Asing tercatat membukukan pembelian bersih 355,17 miliar di semua pasar. Pelemahan ini disebabkan oleh adanya aksi ambil untung.

Pelamahan didorong oleh sektor infrastruktur, pertambangan, dan konsumer yang masing-masing melemah lebih dari 1%. Sebanyak 171 saham naik, 314 bergerak turun, dan 434 stagnan. Pada perdagangan Senin, Hima AE memprediksikan IHSG bergerak di rentang level 6340-6388 dengan kecenderungan melemah dilihat dari indikator stochastic yang mulai meninggalkan area overbought.

BERITA EKONOMI

Badai Tropis Barry Dorong Minyak Capai Kenaikan Mingguan Tertinggi 

Badai tropis Barry menerpa wilayah teluk Meksiko, daerah penghasil migas AS membuat harga minyak WTI pada Sabtu (13/7) mencapai titik US$ 60.37 per barel dan Brent US$ 66.88 per barel. Badai membuat perusahaan minyak terpaksa memangkas produksi menjadi hampir setengahnya. Kabar ini menambah dorongan kenaikan harga minyak disamping perselisihan antara AS-Iran di teluk Hormuz.

Menurut Hima AE, badai yang melanda daerah produksi migas AS yang berdampak pada penurunan produksi minyak dapat menjadi sentimen positif bagi emiten seperti MEDC. Namun, di sisi lain kenaikkan harga miyak dapat membawa efek negatif bagi neraca perdagangan Indonesia yang merupakan importir minyak dan berpotensi menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah.

Sumber : Bisnis

REKOMENDASI SAHAM

Pada hari Jumat 12 Juli 2019, Siloam International Hospital Tbk (SILO) ditutup menguat sebesar +5,66% menuju harga Rp5.600 jika menggunakan analisis Teknikal indikator Stochastic membentuk Golden cross yang terjadi di area overbought mempertahankan pergerakan ke atas, dan juga di dukung oleh indikator ATR yang semakin tinggi yang menunjukkan bahwa kondisi sedang ramai, kemudian pada formasi candle pada perdagangan kemarin membentuk Marubozu Putih Berekor yang mengindikasikan melanjutkan kenaikan

Rekomendasi: Buy

Target Price : Rp5.750

Stop Lost    : Rp5.500

(DISCLAIMER ON)

5 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 489 SENIN,15 JULI 2019

  1. En estos casos suelen estar relacionados con problemas de estrés y ansiedad. El médico le realizará diversas preguntas con el objetivo de descubrir posibles factores de riesgo que podrían causar la Disfunción Eréctil o contribuir a su desarrollo. Es importante aclarar que, los hombres que toman alguna medicación para el tratamiento de la angina de pecho, no deben tomar estos fármacos.

    Reply

  2. Disfunción Eréctil Primaria: Se considera disfunción eréctil primaria cuando el hombre nunca ha podido obtener una erección en toda su vida. Ha llegado el momento de conocer el porque la necesitamos y porque la queremos y la deseamos tanto.

    Reply

  3. What’s up everyone, it’s my first go to see at this site,
    and piece of writing is in fact fruitful designed for me, keep up posting such posts.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *