MENTARI PAGI EDISI 488 JUMAT,12 JULI 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis kemarin (11/07/19) ditutup menguat 0.1% pada level 6417.066. Lima sektor mengalami penguatan sementara lima lainnya mengalami pelemahan. Sektor properti (+1.09%) dan aneka industri (+0.69%) memimpin perdagangan kemarin. Sementara sektor yang mengalami pelemahan terbesar yaitu industri dasar (-1.09%). Perdagangan kemarin tercatat 19.166 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 9.320 triliun. Asing juga mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) dikeseluruhan pasar mencapai Rp866.52 milyar.

Pada perdagangan hari ini kami memprediksi IHSG masih akan menguat, menunggu pengumuman suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) yang memperkirakan adanya ruang penurunan. Sementara dari pasar global kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga acuan menjadi faktor utama yang menjadi perhatian investor di bursa saham New York. Dari sisi teknikal IHSG masih pada posisi jalur penguatan, indeks cukup mantap bergerak diatas rata-rata nilainya dalam lima hari terakhir (MA5).

 

BERITA EKONOMI

Importasi Baja Masih Membanjiri Pasar Dalam Negeri

Kebijakan pengendalian impor besi dan baja melalui Peraturan Menteri Perdagangan No. 110 Tahun 2018 (Permendag No.110/2018) tentang Ketentuan Impor Besi atau Baja, Baja Paduan dan Produk Turunannya dinilai penting, di tengah masih membanjirinya produk besi dan baja murah dari luar negeri yang hingga saat ini jumlahnya masih terus mengalami peningkatan.

“Data dari Badan Pusat Statistik, pada Januari – Maret 2019, jumlah impor besi dan baja meningkat 14,75% secara year on year menjadi US$ 2,76 milliar. Kenaikan impor produk tersebut menjadi yang terbesar keempat”, ungkap Yerry Idroes, Executive Director Asosiasi Industri Besi dan Baja Nasional/The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) dalam keterangan persnya, Kamis (11/7)

Jumlah importasi baja paduan lainnya hingga kuartal I 2019 dari data SEAISI menunjukkan bahwa Januari – Maret 2019, jumlah impor baja dari China untuk kategori produk baj paduan Hot Rolled Coil meningkat 83% secara year on year atau sebesar 147 ribu ton.

Sedangkan jumlah impor produk baja paduan Cold Rolled Coil meningkat secara tajam 302% secara year on year atau sebesar 53 ribu ton.

Menurut HIMA AE peningkatan impor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya membuat pelaku industri baja dalam negeri gigit jari, tidak terkecuali bagi emiten PT Krakatau Steel. Emiten yag memiliki kode KRAS ini bahkan merugi dan harus melakukan resturukturisasi pegawai dengan jumlah mencapai ribuan. Berdasarkan laporan keuangan PT Krakatau Steel, hingga kuaratal I 2019, total kerugian mencapai US$63,3 juta atau sekitar 884,6 milliar. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kerugian itu meningkat, dari hanya US$4,86 juta atau sekitar Rp69 milliar. PT Krakatau Steel Tbk harus berbenah, perusahaan harus melakukan efisiensi untuk memacu produktivitas jangka panjang, konsekuensinya dengan cara memutus variabel – variabel yang tak efisien agar produktivitas membaik, sehingga dapat memperbaiki kinerja perusahaan dan menyehatkan laporan keuangan. Selain itu pemerintah juga harus meperketat pengawasan terhadap impor baja paduan tersebut pasalnya selain merugikan produsen baja nasional juga merugikan negara, karena importer tidak membayar bea masuk ataupun membayar bea masuk tetapi lebih rendah dari yang seharusnya. (Sumber: Kontan)

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 11 Juli 2019 PT. Ciputra Development Tbk (CTRA) ditutup menguat sebesar +5,33% pada harga 1185. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin CTRA membentuk candle Long White Body. Hal ini juga didukung oleh indikator Stochastic, Moving Average 5 serta Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : Buy

Target Price : 1225

Stop Loss : 1150

(DISCLAIMER ON)

3 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 488 JUMAT,12 JULI 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *