MENTARI PAGI EDISI 484 SENIN, 8 JULI 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat kemarin (05/07/19) terkoreksi tipis 0.039% pada level 6373.478. Enam sektor mengalami penguatan sementara empat lainnya mengalami pelemahan. Sektor konsumer (+0.75%) dan industri dasar (+0.68%) memimpin perdagangan kemarin. Sementara sektor yang mengalami pelemahan terbesar yaitu miscellaneous industry (-1.12%). Perdagangan kemarin tercatat 18.331 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 7.791 triliun. Asing juga mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) dikeseluruhan pasar mencapai Rp150.56 milyar.

Pada perdagangan hari ini kami memprediksi IHSG akan mengalami kenaikan tipis mengingat akan diumumkannya data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Juni 2019 yang akan memberikan sentimen positif bagi sektor consumer. Sementara dari pasar global kurang mengindikasikan kenaikan karena masih menantikan kebijakan suku bunga The Fed yang akan berefek pada bursa utama Asia jika terjadi penurunan suku bunga (less dovish). Jika dilihat dari sisi teknikal masih menunjukkan fase uptrend yang bergerak sedikit diatas rata-rata nilainya dalam lima hari terakhir (MA5).

BERITA EKONOMI

Harga Batubara Merosot, Adaro Energy (ADRO) yakin Mencapai  Target

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) sebesar US$71,92 per ton atau turun 11,73% dibandingkan HBA Juni lalu.Melihat tren harga saat ini dan tidak dapat diprediksi maka PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan terus menjalankan keunggulan operasional di seluruh rantai bisnis.

Hingga saat ini ADRO masih menggunakan panduan tahun 2019 yakni produksi ditargetkan sekitar 54 juta gton hingga 56 juta ton, dengan nisbah kupas 4,56 kali. Sementara itu pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) ditargetkan sekitar US$ 1 milliar hingga US$ 1,2 milliar.

Sementara itu pendapatan usaha naik 11% yoy menjadi US$846 juta dengan pertumbuhan produksi 26% yoy menjadi 13,75 juta ton, di sisi lain harga jual rata-rata batubara turun 10% yoy, dengan penjualan batubara pada kuartal I-2019 mencapai 13,31 juta ton.

Menurut HIMA AE tren penurunan harga komoditas batubara disebabkan oleh beberapa faktor seperti, kondisi pasar yang sudah kelebihan pasokan alias oversupply         , pengaruh kebikjakan China untuk kepentingan industry batubara dalam negerinya, yang masih menganut regulated price yang menjaga harga di angka US$61-US$81. China yang masih mengurangi impor batubara dari Australia  menjadi pemicu pelemahan indeks Newcastle dan Global Coal itu. Impor batubara dari beberapa negara seperti Korea Selatan juga mengalami penurunan karena stok mereka masih cukup tinggi, dan mencuatnya ketegangan baru dalam hubungan dagang Jepang dan Korsel berisiko bagi Indonesia mengingat kedua negara tersebut merupakan tujuan ekspor batubara dalam negeri. Sementara di India, kebijakan untuk mengurangi impor batubara secara bertahap tampaknya belum siap sepenuhnya direncanakan. Hal itu disebabkan oleh pengembangan energi alternatif yang masih belum sesuai rencana. Dengan ketidakpastian global akan permintaan komoditas batubara tentu tidak mudah untuk Indonesia. Untuk menghadapi itu, pemerintah perlu menjaga langganan dan market yang ada dan mempercepat seluruh perjanjian ke amerika latin yang selama ini belum tersentuh. Pemerintah juga perlu mengontrol produksi batubara dalam negeri sesuai dengan kebutuhan dan permintaan oleh negara lain, agar harga dapat terjaga.  (Sumber : Kontan)

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Jumat, 5 Juli 2019, PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) ditutup menguat sebesar +11,39% menuju harga 5625. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin CPIN membentuk candle long white body serta telah membentuk pola double bottom yang telah breakout pada harga 5175. Hal ini juga didukung oleh indikator MACD serta Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : Buy

Target Price : 5850

Stop Loss : 5450

(DISCLAIMER ON)

2 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 484 SENIN, 8 JULI 2019

  1. La correlación entre la disfunción eréctil y la baja autoestima parece obvia desde una dirección: una incapacidad para actuar en el dormitorio puede hacer que te sientas mal contigo mismo. dentro de los alimentos recomendados para tratar la impotencia masculina, podemos mencionar los frutos rojos, semillas, coles, frutos secos, carnes magras, pescados, lácteos, etc con especial énfasis en la L-Arginina y el Omega 3.

    Reply

  2. Debe tomarse una hora antes de las relaciones sexuales y su acción inicia después de 30 minutos y dura cerca de 4 horas. La disminución hormonal que va asociada con la edad, hace que la impotencia sea común al envejecimiento del hombre y que se asocie a la andropausia.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *