MENTARI PAGI EDISI 482 KAMIS, 4 JULI 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (03/07/19), akhirnya berakhir di zona merah Empat hari berturut-turut mengalami penguatan indeks, kemarin sore IHSG ditutup melemah 0,35% ke level 6362.622. Kinerja IHSG kompak memerah bersamaan dengan bursa utama Asia lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh aksi ambil untung pelaku pasar. Hanya dua dari sepuluh sektor yang mengalami penguatan yaitu sektor consumer goods dan manufacturing sementara sektor lainnya menyumbang pelemahan yang mengakibatkan IHSG tidak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau.

Perdagangan kemarin tercatat 18.474 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 8.357 triliun. Asing juga mencatatkan penjualan bersih (net sell) dikeseluruhan pasar mencapai Rp 506.46 milyar.

Pada perdagangan hari ini kami memprediksi IHSG sedang mengalami konsolidasi menunggu sentimen berikutnya. Hal ini dilihat dari sisi teknikal yang bergerak sedikit diatas rata-rata nilainya dalam lima hari terakhir (MA5). Namun potensi terkoreksi masih membayangi IHSG mengingat masih adanya potensi eskalasi perang dagang AS-China dan potensi meletusnya perang dagang AS-Uni Eropa.

BERITA EKONOMI

Penawaran Obligasi PP Properti (PPRO) Oversubscribed 4,58 kali

Penawaran obligasi berkelanjutan (PUB) I PP PropertiTahap III mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 4,58 kali. Nilai permintaannya mencapai Rp2,45 triliun. Padahal, nilai yang ditawarkan oleh pengembang properti ini hanya sebesar Rp534,5 miliar. PUB I PP PropertiTahap III tahun 2019 ini memiliki kupon sebesar 11% dengan tenor tiga tahun. Hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk refinancing sebesar 56,27%, investasi 21% dan modal kerja perusahaan 22,73%.

Sebagai informasi, penawaran obligasi ini adalah bagian dari program obligasi Berkelanjutan I PP Properti dengan jumlah pokok Rp 2 triliun, penawaran awal pada tahap I mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Juni 2018. PPRO telah menerbitkan obligasi tahap I dan tahap II dengan nilai Rp1,46 triliun.

Menurut HIMA AE terjadinya oversubscribed pada penawaran obligasi oleh PP Properti (PPRO) dikarenakan momen yang tepat dan peringkat obligasi yang diterbitkan.  Pada semester I 2019 terdapat perhelatan Pilpres, Pilkada, dan lebaran sehingga capaian marketing sales PP Properti masih belum mencapai 50% dari target yang ditetapkan perusahaan. Momen yang tepat yang kami maksud adalah semester II pada tahun ini, mengingat tidak adanya perhelatan politik, yang cenderung membuat masyarakat untuk berinvestasi. Obligasi dengan peringkat BBB+ dari Fitch Ratings ini masuk peringkat layak investasi, sehingga kreditur tidak perlu ragu lagi terhadap debitur mengenai kemampuannya dalam memenuhi kewajiban.

Selain itu, target pemasaran PPRO masih berada di Kota Pahlawan sekitar 60% didukung oleh gencarnya pembangunan infrastruktur di Surabaya yang membuat penjualan apartemen meningkat . Salah satunya, underpass dan MERR  (Middle East Ring Road). Investasi properti merupakan salah satu investasi yang sangat menjanjikan. Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan insentif baru untuk sector property berupa penurunan tarif pajak penghasilan (PPH) 22 untuk hunian mewah yang sebelumnya 5% menjadihanya 1% dalam rangka mendorong pertumbuhan dan kontribusi sektor tersebut terhadap produk domestik bruto. Mengingat juga harga tanah dari tahun ke tahun terus merangkak naik

(Sumber :Kontan)

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Rabu, 3 Juli 2019, PT. H.M. SampoernaTbk (HMSP) ditutup menguat sebesar +1,63% menuju level 3120. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin HMSP membentuk candle long white body yang mengindikasikan akan terjadinya penguatan, hal ini juga didukung oleh indikator Bollinger Band dan Stochastic yang telah menunjukkan sinyal jenuh jual yang mana saham HMSP ini mengindikasikan pola Reversal (pembalikan arah tren) serta berpeluang melanjutkan penguatan.

Recommendation : Buy

Target Price : 3270

Stop Loss : 3020

(DISCLAIMER ON)

 

2 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 482 KAMIS, 4 JULI 2019

  1. La edad también parece afectar al tiempo necesario para excitarse, para la erección y la eyaculación. También puede implicar una conversación positiva con uno mismo, darse afirmaciones y disipar los pensamientos negativos. La disfunción eréctil es un problema bastante frecuente en los hombres.

    Reply

  2. Generalmente, la función sexual masculina normal comienza con el deseo sexual o libido que ocurre por la estimulación del cerebro, el sistema nervioso, los vasos sanguíneos y las hormonas, lo que conlleva a la erección del pene, la liberación de semen (eyaculación) y termina finalmente con tener un orgasmo. La impotencia sexual, también conocida como disfunción eréctil o impotencia erigendi, es la incapacidad del hombre de iniciar y/o mantener una erección del pene durante el tiempo suficiente como para tener relaciones sexuales.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *