MENTARI PAGI EDISI 480 SELASA, 2 JULI 2019

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (01/07/19), berhasil di tutup menguat sebesar 0,33% ke level 6379,688. Kinerja IHSG menguat bersama dengan mayoritas bursa saham utama asia yang juga ditransaksikan di zona hijau. Hal ini dipengaruhi oleh aksi beli pada saham-saham agrikultur dan industri dasar yang dilakukan investor domestik sehingga mengerek IHSG berada di zona hijau.

Perdagangan kemarin tercatat 19.544 milyar saham diperdagangkan serta total nilai transaksi mencapai Rp 8.461 triliun. Asing juga mencatatkan pembelian bersih (net buy) dikeseluruhan pasar mencapai Rp761.92 milyar.

Pada perdagangan hari ini kami memprediksi IHSG akan menguat meskipun tidak terlalu signifikan. Dilihat dari sisi teknikal IHSG masih berada dalam fase uptrend ditandai dengan pergerakannya masih bergerak diatas rata-rata nilainya dalam 5 hari terakhir (MA5).  Selain itu hubungan 2 raksasa ekonomi dunia AS-China mulai mendingin setelah pertemuan KTT G20 di Osaka Jepang memantik investor melakukan aksi beli di bursa tanah air. Dari dalam negeri sendiri sentiment positif datang dari angka inflasi inti sebesar 3.25% yang mengindikasikan perbaikan daya beli masyarakat Indonesia.

 

BERITA EKONOMI

World Bank Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 5,1%

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2019 sebesar 5,1%. Proyeksi tersebut lebih rendah dibanding prediksi sebelumnya di level 5,2%. Dari sisi fiskal , diperkirakan masih akan membaik, dan memungkinkan investasi pemerintah menguat karena proyek infrastruktur kembali berlanjut.

Di mana konsumsi pemerintah tahun ini meningkat jadi 5,1% dari tahun lalu yakni 4,8%. Di sisi lain, Bank Dunia memproyeksikan defisit transasksi berjalan (CAD) menyempit menjadi 2,8% dari PDB di 2018, tetapi nantimya kembali ke 2,5% PDB di 2020.

Sedangkan inflasi di 2019 diprediksi World Bank sebesar 3,0%, lebih rendah ketimbang konsensus sebelumnya di level 3,5% dan inflasi 2018 yang sebesar 3,2%. Adapaun untuk tahun 2020, World Bank  meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh ke level 5,2%

Dengan stimulus sentiment eksternalyang terjadi saat ini mereda, dan fundamental dalam negeri dapat terjaga

Menurut tim riset HIMA AE terdapat sentiment internal dan eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sentimen positif dari dalam negeri putusan sidang MK, menghilangkan kecemasan investor, yang sebelumnya wait and see terhadap situasi politik di Indonesia. Dengan diumumkannya presiden dan wakil presiden terpilih, memberikan kepastian bagi sektor usaha di dalam negeri. Terbukti pasar merespon positif dengan IHSG catatkan kenaikan 0,67% dan rupiah menguat 0,25% saat pengumuman hasil putusan MK, sedangkan sentimen luar negeri datang dari meredanya tensi perang dagang antara AS dan China. Amerika Serikat sepakat untuk tidak memberlakukan tarif dagang baru untuk China, yang memberikan sinyal positif atas ketidakpastian ekonomi global.. Adapun dampak perang dagang terhadap ekonomi RI, salah satunya ialah menurunnya ekspor ke mitra dagang RI. Perang Dagang memicu penuruan permintaan beberapa komoditas ekspor Indonesia ke China seperti kelapa sawit dan batu bara. Sepanjang kuartal I 2019, BPS mencatat ekspor bahan bakar mineral mengalami penurunan 9,26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pemerintah dapat mengurangi dampak perang dagang terhadap perekonomian RI, salah satunya adalah dengan mencari mitra dagang baru yang dapat memberikat kesepakatan yang menguntungkan, dan mempermudah izin usaha (Sumber: Kontan)

 

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Senin, 1 Juli 2019, PT. Pakuwon Jati Tbk (PWON) ditutup menguat sebesar +2,05% menuju level 745. Jika dilihat dari Analisis Teknikal pada perdagangan kemarin PWON membentuk candle long white body yang mengindikasikan akan terjadinya penguatan, hal ini juga didukung oleh indikator Bollinger Band dan RSI serta Volume yang memiliki korelasi positif terhadap penguatan saham tersebut.

Recommendation : Buy

Target Price : 765

Stop Loss : 730

(DISCLAIMER ON)

2 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 480 SELASA, 2 JULI 2019

  1. Cuando esto sucede, su cerebro se “entrena” para no solo esperar sino, en cierto modo, necesitar ese tipo de experiencia para lograr la excitación y el clímax. En general, los especialistas en medicina familiar (médicos de cabecera especializados) son junto a los urólogos los cardiólogos y los psiquiatras son los más formados para la valoración, manejo y tratamiento de la disfunción eréctil. Debido a que una erección requiere una secuencia precisa de eventos, la DE puede presentarse cuando cualquiera de tales eventos se interrumpe. Consiste en la inyección intracavernosa de alprostadilo, que conduce a la erección en 15-20 minutos.

    Reply

  2. Llevamos unos pocos días menos viendo y viendo y autocontrolandonos, tocandonos/martubandonos poquito, parando y volviendo a empezar. Factores numerosos entran en consideración como causas para la disfunción eréctil.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *