MENTARI PAGI EDISI 476 SELASA, 15 JANUARI 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Senin (14/1) Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.40% pada level 6336.116 atau -25.249 poin. Total volume transaksi bursa mencapai 10,31 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,84 triliun. Sebanyak 268 saham melemah. Masih ada 157 saham yang menguat dan 127 saham yang tidak bergerak. Investor asing tercatat net sell Rp 496,52 miliar di seluruh pasar.

Hanya Dua dari sepuluh saham berada dizona hijau. Sektor tambang menguat 0,11%. Sedangkan sektor keuangan menguat 0,05 poin. Sedangkan sektor yang mengalami pelemahan yang cukup signifikan yakni, Sektor aneka industri mencatat pelemahan terbesar, yakni 1,24%. Sektor perdagangan melemah 1,03%. Sektor industri dasar melemah 0,81%. Sektor manufaktur melemah 0,72%.

Faktor yang menyebabkan pelemahan IHSG pada hari ini disebabkan oleh adanya sentimen2 negatif dari eksternal, salah satunya tentang government shutdown di Amerika Serikat (AS).

Jika dilihat dari segi teknikal, IHSG hari ini akan mengalami penguatan setelah beberapa hari terkoreksi dengan support IHSG berada di level 6.280 dan resistance di level 6.300.

BERITA EKONOMI

Bisnis Maskapai Masih Berat di 2019, Ini Masalahnya

Emiten maskapai penerbangan di Bursa Efek Indonesia diprediksi masih akan menghadapi tantangan berat tahun ini. Tekanan itu datang dari volatilitas harga minyak mentah dunia yang memicu kenaikan harga avtur.

Sumber: CNBC Indonesia

Opini Riset HIMA AE

Ramainya perbincangan publik mengenai meroketnya harga tiket pesawat berbiaya hemat hingga 100% adalah risiko rasional. Risiko itu muncul lantaran biaya operasional maskapai terus meningkat, baik full service maupun low cost carrier (LCC), di tengah belum adanya kebijakan menaikkan tarif tiket pesawat sejak 2016. Volatilitas harga avtur bukan menjadi satu variabel penentu bisnis penerbangan Indonesia. Tidak ada relasi yang cukup kuat yang bisa membuktikan bahwa jika harga avtur turun, pendapatan maskapai penerbangan naik dan meraih untung. Belum bisa ditentukan pada level seperti apa emiten maskapai bisa mencatatkan kinerja positif. Volatilitas bisnis di industri penerbangan juga sangat tinggi. Hal lain yang mempengaruhi bisnis ini antara lain target pertumbuhan wisatawan mancanengara tahun 2018 yang tidak mencapai target. Kemudian, industri penerbangan sangat berpengaruh terhadap fluktuasi harga bahan bakar. Sebab itu, tugas pemerintah memastikan nilai tukar rupiah harus tetap terjaga sesuai dengan fundamental.

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan kemarin (Senin, 14 Januari 2019), saham INTP ditutup melemah -0.3% menuju level 18000. Dari segi Analisa Teknikal, candle saham INTP  pada perdagangan kemarin telah breakout di MA 5. Hal ini didukung oleh indikator MACD yang akan membentuk sinyal beli (Golden Cross) dan indikator stochastic yang berada di area 20 (Area Beli). Kami memprediksi saham INTP akan mengalami penguatan.

Rekomendasi    : Buy

Target Price        : 19100 – 20750

Stop Lost             : 17150

DISCLAIMER ON

Create By : Research HIMA AE

Khotimah

Dwi Saputri

Cindy Alicia

Hari Setiawan

M. Yusuf Alfikri

Muh. Fauzan Arlan

Putri Devy Andriyani

Ahmad Ali Ramadhan

Bella Ainun Gustiandini

Post By : Bella Indah Rahayu

Witaningsih

4 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 476 SELASA, 15 JANUARI 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *