MENTARI PAGI EDISI 470 SENIN, 07 JANUARI 2019

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan Jumat (4/1) Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0.86% pada level 6274.541 atau +53.531 poin. Total volume transaksi bursa mencapai 10,36 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,63 triliun. Sebanyak 222 saham menguat dan 176 saham melemah. Ada 146 saham diam ditempat. Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp 392,97 miliar.

Tujuh dari sepuluh sektor menguat, penguatan tertinggi sektor pertambangan sebesar 3,60%. Sektor keuangan menguat 1,07%. Sektor barang konsumer menguat 0,95% dan sektor perdagangan menguat 0,90% sedangkan sektor yang mengalami pelemahan Sektor perkebunan melemah 0,49%. Sektor konstruksi melemah 0,33% dan sektor aneka industri melemah 0,03%.

Faktor yang menopang menguatan IHSG pada Jumat(4/1) karena adanya sentimen positif dari domestik maupun global, dari domestik para investor optimis pada kinerja keuangan kuartal 4 2018 dan juga inflasi lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya yaitu 3,13% adapun faktor global yang mendukung emerging market.

Secara teknikal indikator RSI sudah menunjukan overbought, diperkirakan indeks hari ini akan mengalami koreksi pada kisaran support 6.220 hingga 6.175 dan level resistance di 6.200 hingga 6.300, dan diperkirakan juga hari ini para investor akan melakukan profit taking.

BERITA EKONOMI

Menakar Potensi Penurunan Suku Bunga The Fed

Kasak-kusuk mengenai kemungkinan penurunan bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve secara tiba-tiba ramai diperbincangkan para pelaku pasar.

Ini dipicu oleh pergerakan imbal hasil atau yield obligasi Amerika Serikat (AS) bertenor dua tahun yang jatuh ke bawah 2,4%, Kamis (3/1/2019) sore waktu setempat. Ini adalah kali pertama yield obligasi tersebut mencapai keseimbangan dengan suku bunga efektif bank sentral sejak 2008.

Sumber: CNBC Indonesia

Opini Riset Hima AE

Sejak akhir 2015 sampai saat ini, The Fed telah mengerek bunga acuan sebanyak 225 basis poin dalam sembilan kali kenaikan. Namun, peningkatan bunga acuan dianggap belum memengaruhi kondisi perekonomian AS secara keseluruhan. Laporan dari Institute of Supply Management (IMS) menunjukkan aktivitas pabrik-pabrik di AS melambat lebih dari perkiraan di Desember. Indeks ISM jatuh ke posisi 54,1 dari 59,3 di November, penurunan terdalam sejak Oktober 2008. Yield Treasury bertenor dua tahun jatuh 12 basis poin ke posisi terendah sejak 30 Mei di 2,39%. Sementara itu, imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun turun hingga 2,55%, berkurang lebih dari 50 basis poin dari posisi tertingginya di 2018. Ini adalah kali pertama yield obligasi tenor 10 tahun berada di bawah 2,6% sejak Januari tahun lalu. Kenaikkan suku bunga Fed yang tajam, tentu bisa menjadi ancaman bagi perkembangan pasar keuangan. Meski demikian, ada jaminan dari Powell bahwa The Fed akan mengawasi dan menyesuaikan pasar, setidaknya memberi secercah harapan.

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan kemarin (Jumat, 4 Januari 2019), saham INDY ditutup menguat sebesar 18.6% menuju level 1815. Dari segi Analisa Teknikal, candle saham INDY  pada perdagangan kemarin telah breakout di MA 5 dan MA 20. Hal ini didukung oleh indikator RSI yang bergerak positif dan indikator stochastic yang bergerak menguat. Kami memprediksi saham INDY akan mengalami penguatan.

Rekomendasi    : Buy

Target Price        : 2050 – 2670

Stop Lost             : 1535

DISCLAIMER ON
Create By: Research Hima AE
Khotimah
Dwi Saputri
Cindy Alicia
Hari Setiawan
M. Yusuf Alfikri
M. Fauzan Arlan
Putri Devy Andriyani
Ahmad Ali Ramadhan
Bella Ainun Gustiandini

Post by:

Witaningsih

Bela Indah Rahayu

3 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 470 SENIN, 07 JANUARI 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *