MENTARI PAGI EDISI 468 RABU, 19 DESEMBER 2018

REVIEW IHSG

 

Pada penutupan perdagangan Selasa (18/12) Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.12% pada level 6081.867 atau -7.438 poin. Total volume perdagangan di bursa tercatat sebesar 14,54 miliar transaksi dengan nilai Rp 10,72 triliun. Sebanyak 168 saham menguat dan 216 saham tercatat melemah. Sedangkan 140 saham lainnya tak bergerak. Investor asing tercatat net sell sebesar Rp 850,63 miliar di seluruh pasar.

Lima dari sepuluh sektor mengalami pelemahan, sektor yang mengalami pelemahan signifikan yaitu sektor pertambangan melemah 1,16%, sektor konstruksi melemah 1,13% dan sektor keuangan melemah 0,40%. Sedangkan sektor dengan penguatan tertinggi yaitu sektor aneka industri menguat 0,77%, sektor industri dasar menguat 0,75% dan sektor manufaktur menguat 0,32%.

Pelemahan indeks selasa (18/12) dikarenakan para investor masih melanjutkan aksi jual dalam 3 hari berturut-turut, adapun faktor eksternal adanya kekhawatiran terhadap kenaikan the fed rate dan juga jatuhan harga minyak di bawah level US$ 50 per barel, faktor internal yakni anjloknya nilai ekspor dan impor bulan lalu yang mengakibatkan defisit terhadap neraca perdagangan.

Dilihat dari segi teknikal, indeks masih akan melanjutkan pelemahannya ke area support 6052 dan resistance 6115, salah satu faktornya karena belum ada sentimen positif yang cukup kuat untuk menopang IHSG hari ini.

BERITA EKONOMI

Neraca Dagang Amblas, Pemerintah Siapkan Kebijakan Baru Lagi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan tak ragu untuk menyiapkan lagi kebijakan baru untuk memperbaiki kinerja ekspor Indonesia.

Hal tersebut dikemukakannya merespons kinerja ekspor yang loyo di tengah lonjakan impor sehingga membuat neraca perdagangan di November jatuh paling dalam sepanjang 2018.

Sumber: CNBC Indonesia

Opini Riset HIMA AE:

Seperti kita ketahui bahwa BPS melaporkan defisit neraca perdagangan November mencapai US$2,05 miliar. Nilai ekspor tercatat US$14,83 miliar atau turun 3,28% YoY, sementara nilai impor mencapai US$16,88 miliar atau naik 11,68% YoY. Hal ini tentu saja akan berdampak pada CAD kuartal IV-2018, dimana pada kuartal sebelumnya pun mengalami defisit 3,37% dari PDB. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah defisit neraca perdagangan adalah pengendalian impor dan meningkatkan ekspor. Walaupun faktanya dalam pengimplementasinya belum sesuai harapan. Misalnya, pengendalian ribuan barang impor (September – saat ini) baru bisa menurunkan impor barang konsumsi sebesar US$3 juta. Serta kewajiban penggunaan B20 yang belum optimal.

REKOMENDASI SAHAM

Pada tanggal 18 Desember 2018, Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) ditutup menguat sebesar +0.8% menuju level 3740. Perdagangan kemarin TLKM membentuk candle bullish yang mengindikasikan saham TLKM mengalami penguatan. Hal ini juga didukung oleh indikator MACD yang akan membentuk Golden Cross atau Sinyal Beli, dan RSI yang masih bergerak menguat. Jika dilihat dari analisa teknikal, kami prediksikan saham TLKM akan mengalami penguatan.

Rekomendasi    : Buy

Target Price        : 3990

Stop Lost             : 3620

DISCLAIMER ON

Create By : Research HIMA AE

Khotimah

Dwi Saputri

Cindy Alicia

Hari Setiawan

M. Yusuf Alfikri

Muh. Fauzan Arlan

Putri Devy Andriyani

Ahmad Ali Ramadhan

Bella Ainun Gustiandini

Post By : Bella Indah Rahayu

Witaningsih

3 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 468 RABU, 19 DESEMBER 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *