MENTARI PAGI EDISI 455 JUM’AT, 30 NOVEMBER 2018

REVIEW IHSG

Pada perdagangan Kamis (29/11) IHSG ditutup menguat 1,93% atau +115,9 poin pada level 6.107. Selama sesi perdagangan IHSG selalu pada zona hijau, harga tertinggi di capai pada level 6,107 di harga tutupnya, sedangkan harga terendah terjadi pada harga bukanya di level 6.029. Semua sektor saham menghijau, diantaranya adalah sektor konsumsi dengan penguatan paling tinggi sebesar 2,87% sementara itu penguatan paling minimal yaitu sektor infrastruktur sebanyak 0,52%.

BI cenderung optimistis akan kemungkinan langkah The FED beberapa pekan lagi. Menurutnya, kepercayaan ini menjadikan suasana pasar lebih stabil khususnya bagi para investor asing. Ditambah GDP AS kuartal III-2018 tercatat sebesar 3,5% sesuai dengan ekspektasi, selain itu data Wholesale inventories bulan Oktober yang tumbuh 0,7% lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya menunjukkan adanya perbaikan atas permintaan AS. Selain itu adanya pidato dari Jerome Powell yang terkesan lebih dovish juga menjadi sentimen positif atas pergerakan indeks.

Dari segi analisa teknikal IHSG ditutup menguat sebesar 1,93% di level 6.107. Pada pola candlestick terlihat pola marubozu bullish yang mengindikasikan ramainya market sehinga tren bullish akan terus berlanjut, di tambah indikator RSI menuju area 70%. Teroantau harga sudah menembus resistance breakout dan kemugkinan besar menuju restance berikutnya pada 6.135 di perdagangan selanjutnya.

BERITA EKONOMI

Rupiah sentuh Rp 14.300, BI: Penguatan tajam ini masih wajar

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat tajam ke posisi Rp 14.382 per dollar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (29/11) di pasar spot. Bank Indonesia (BI) memperkirakan, penguatan rupiah masih mungkin berlanjut seiring dengan dorongan sejumlah sentimen positif.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah mengatakan, penguatan rupiah utamanya dipicu oleh pernyataan Gubernur Federal Reserves Jerome Powell yang memperlunak pandangannya (stance) terhadap kebijakan suku bunga acuan bank sentral AS tersebut.

https://nasional.kontan.co.id/news/rupiah-sentuh-rp-14300-bi-penguatan-tajam-ini-masih-wajar

OPINI RISET HIMA AE:

Dengan adanya penguatan rupiah terhadap dolar yang hingga mencapai level 14.300, mencerminkan bahwa perekonomian Indonesia semakin membaik dan berimpack pada sektor impor yang diuntungkan jika rupiah mengalami penguatan, rupiah menguat disebabkan salah satu factor pelemahan harga minyak dunia yang mencapai harga 50$ per barel, dikarenakan Indonesia banyak melakukan perbelanjaan dimigas maka Indonesia cukup diuntungakan dengan pelemahan minyak dunia ini.

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 29 November 2018 Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) ditutup menguat sebesar +5.79% menuju level 6400. Pada pola pergerakan sahan INDF membentuk candle morobuzu putih yang mengindikasikan saham INDF akan mengalami penguatan. Hal tersebut juga di dukung oleh volume penjualan yang berada di atas rata-rata dan indikator RSI yang masih menguat. Menurut kami saham INDF akan mengalami penguatan dari segi analisa teknikalnya.

Rekomendasi    : Buy

Target Price        : 6694

Stop Lost             : 5901

DISCLAIMER ON

Create By: Research Hima AE
Khotimah
Dwi Saputri
Cindy Alicia
Hari Setiawan
M. Yusuf Alfikri
M. Fauzan Arlan
Putri Devy Andriyani
Ahmad Ali Ramadhan
Bella Ainun Gustiandini

Post by:

Witaningsih

Bela Indah Rahayu

4 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 455 JUM’AT, 30 NOVEMBER 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *