MENTARI PAGI EDISI 448 RABU, 21 NOVEMBER 2018

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan senin (17/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah -0,12% pada level 6005.297 atau -7.053 poin. Total volume perdagangan di bursa mencapai 7.39 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 6.56 triliun. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) Rp 565.75 di seluruh pasar.

Dua dari sepuluh sektor menguat, sektor kontruksi menguat 0.79% dan sektor keuangan menguat 0.7%. Sedangkan sektor yang mengalami pelemahan cukup signifikan yaitu sektor infrastruktur melemah 1.43%, sektor pertambangan melemah 1%, dan sektor consumer goods melemah 0.39%.

Pelemahan ini disebabkan karena para pelaku pasar masih bermain secara jangka pendek yang hanya memanfaatkan adanya technical rebound, mengingat belum ada sentimen positif yang cukup kuat untuk mendorong kenaikan IHSG.

Secara teknikal, saat ini indeks menguji resistance psikologis 6000 dengan indicator RSI berada di area overbought. Kami perkirakan indeks bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah, indeks bergerak pada range support 5970-5980 dan resistance 6030 – 6050.

BERITA EKONOMI

Proyeksi BI: CAD capai 2,8% dari PDB di Akhir 2018

Bank Indonesia (BI) memiliki kepercayaan diri tinggi bahwa defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) pada akhir tahun ini akan berada di bawah 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) yang dikutip CNBC Indonesia, Senin (19/11/2018), defisit transaksi berjalan pada tahun ini diproyeksikan berada di angka 2,8% dari PDB.

Sumber: CNBC Indonesia

Opini Riset HIMA AE:

Pada kuartal ketiga, CAD melebar lebih jauh hingga US$8,8 miliar atau 3,37% dari PDB. Namun pemerintah yakin bahwa CAD di akhir tahun akan berada dibawah 3%. Keyakinan tersebut didukung oleh berbagai hal yang sudah dilakukan pemerintah diantaranya BI dalam beberapa bulan terakhir menaikkan suku bunga hingga 175 basis poin, hal itu dilakukan untuk mengendalikan CAD dan untuk memperkuat kembali daya tarik pasar keuangan domestik, kemudian kebijakan kewajiban penggunaan B20 dan penggunaan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), sampai dengan pengendalian ratusan barang impor, dan juga pemerintah baru saja merevisi daftar nwgatif investasi (DNI) untuk mengundang investor asing masuk.

REKOMENDASI SAHAM

Adhi Karya (Persero)Tbk. (ADHI) pada perdagangan Senin, 19 November mengalami penguatan sebesar 2% dalam beberapa hari terakhir ADHI mengalami kenaikan secara terus menerus hingga menembus resistance terdekatnya diharga 1390.

Rekomendasi : Buy

Stop loss : If Break down 1355

Target Price : 1545

DISCLAIMER ON

Create By : Research HIMA AE

Khotimah

Dwi Saputri

Cindy Alicia

Hari Setiawan

M. Yusuf Alfikri

Muh. Fauzan Arlan

Putri Devy Andriyani

Ahmad Ali Ramadhan

Bella Ainun Gustiandini

Post By : Bella Indah Rahayu

Witaningsih

11 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 448 RABU, 21 NOVEMBER 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *