MENTARI PAGI EDISI 441 JUMAT, 26 OKTOBER 2018

REVIEW IHSG

Kamis, 25 Oktober 2018 Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0.80% pada poin 5754.965 atau +45.548, Total volume perdagangan di bursa sebesar 8,88 juta transaksi dengan total nilai Rp 7,44 triliun. Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp 99,3 miliar di seluruh pasar.

Sembilan dari sepuluh sektor menguat, Sektor-sektor dengan penguatan tertinggi antara lain sektor industri dasar yang naik 1,6%, sektor manufaktur naik 1,25% dan sektor consumer goods yang naik 1,21%. Hanya satu sektor yang tercatat melemah, yakni sektor perdagangan yang turun 0,07%

Jika dilihat dari segi Teknikal, IHSG bergerak rebound menyentuh level lower bollinger bands. Indikator stochastick mendekati area oversold dengan potensi menjenuh dan rebound. diperkirakan IHSG hari ini akan menguat dengan penggerak pasar tetap dari stabilitas dan kinerja keuangan emiten.

BERITA EKONOMI

Wajar Jokowi Resah, Faktanya Ekonomi RI Memang Bermasalah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan keresahannya atas data-data ekonomi yang kurang menggembirakan. Dalam pembukaan Trade Expo Indonesia, Jokowi bercerita soal defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) yang membengkak.

Berdasarkan penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia, tidak hanya di tahun 2017, tapi di tahun ini CAD malah lebih parah lagi. Per kuartal II-2018 saja, CAD sudah melebar hingga US$ 8,03 miliar atau sekitar 3,04% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Nilai itu meningkat nyaris 2 kali lipat dari periode yang sama di tahun 2017, sekaligus menjadi yang terburuk sejak 2014 silam.

Sumber: CNBC Indonesia

Opini Riset HIMA AE:

Membengkaknya CAD, berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah yang sejak awal tahun 2018 ini telah melemah nyaris 12%. Nilai rupiah jatuh dari Rp 13.200/US$ ke level Rp 15.200/US$. Penyebab CAD Indonesia begitu hancur salah satunya yaitu lemahnya industri berkontribusi bagi rendahnya nilai tambah produk ekspor Indonesia. Selama ini, Indonesia masih bergantung pada ekspor komoditas. Alhasil, saat harga komoditas ekspor unggulan anjlok, ekspor RI pun ikut amblas. Seperti diketahui, harga komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) tercatat menurun 13% lebih di sepanjang tahun ini. Padahal, komoditas ini menyumbang nyaris 11% dari total ekspor Indonesia. Lebih parah harga CPO, harga karet (komoditas ekspor unggulan RI lainnya) juga terkoreksi nyaris 30% di tahun ini. Belum lagi melihat komoditas tambang unggulan Indonesia, seperti harga nikel yang terkoreksi 2,03% di sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YTD), tembaga (-16,22% YTD), aluminium (-11,3% YTD), dan timah (-3,96% YTD).

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Kamis, 25 Oktober 2018, saham PT. Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) ditutup menguat sebesar 7.05% menuju level 835. Dari segi analisa teknikal, candle saham MNCN membentuk pola bullish engulfing atau pola pembalikan arah dari bearish ke bullush. Dan indikator RSI yang bergerak menguat serta indikator MACD yang membentuk golden cross atau sinyal beli. Kami memprediksikan saham MNCN akan akan mengalami penguatan.

Rekomendasi    : Buy

Target Price 1       : 884

Target Price 2      : 984

Stop Lost             : 723

DISCLAIMER ON

Create By : Research HIMA AE

Khotimah

Dwi Saputri

Cindy Alicia

Hari Setiawan

M. Yusuf Alfikri

Muh. Fauzan Arlan

Putri Devy Andriyani

Ahmad Ali Ramadhan

Bella Ainun Gustiandini

Post By : Bella Indah Rahayu

Witaningsih

 

 

3 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 441 JUMAT, 26 OKTOBER 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *