MENTARI PAGI EDISI 439 RABU, 24 OKTOBER 2018

REVIEW IHSG

Selasa, 23 Oktober 2018 Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.73% pada level 5797.891 atau -42.544, Total volume perdagangan saham di bursa tercatat sebanyak 7,82 miliar saham dengan total nilai Rp 5,68 triliun. Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp 10,7 triliun di seluruh pasar.

Sembilan sektor mengalami pelemahan, dan hanya satu sektor yang tercatat menghijau yakni sektor aneka industri yang menguat 0,84%. Sektor-sektor dengan pelemahan terbesar adalah sektor infrastruktur yang melemah 2,01%, sektor pertambangan yang melemah 1,4% dan sektor perkebunan yang melemah 0,99%.

Jika dilihat dari segi Teknikalnya, Nampak adanya candlestick doji diikuti dengan long black closing marubozu candle yang mengindikasi market yang kuat untuk terus melanjutkan bearish, dan juga MACD berhasil membentuk pola golden cross di area negatif.  diperkirakan masih ada potensi pelemahan lanjutan hari ini.

Selain itu dari sentimen negatif eksternal, terkait dengan ketidakpastian global. Seperti sentimen kenaikan suku bunga The Fed, kisruh politik Italia yang mengguncang perekonomian Eropa, dan keluarnya USA dari Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty.

BERITA EKONOMI

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75%

“Rapat Dewan Gubernur BI pada 22-23 Oktober memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Day RR atau bunga acuan BI di level 5,75%,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia di Gedung BI, Selasa (23/10/2018).

Sumber: CNBC Indonesia

Opini Riset HIMA AE:

Faktor yang membuat bank sentral menahan bunga acuan dalam RDG Bulan ini antara lain pertama, pertumbuhan ekonomi global yang diproyeksikan lebih rendah, kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III yang tidak sekuat yang diperkirakan, dipengaruhi penurunan eskpor. Meskipun konsumsi dan investasi masih terjaga, namun pertumbuhan ekspor tidak akan setinggi yang diperkirakan. Ketiga, neraca perdagangan yang masih mengalami defisit yang secara langsung memberikan pengaruh terhadap transaksi berjalan. Keempat, depresiasi nilai tukar rupiah. Secara year to date, depresiasi nilai tukar rupiah mencapai 10,65%. Dan kelima, inflasi yang masih cukup terkendali dan stabil.

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan Selasa (23/10/2018) Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) diitutup menguat sebesar +0.43% menuju level 2350. Dilihat dari candle yang bergerak positif mengindikasi saham PGAS bullish. Didukung candle PGAS yang berada diatas moving average 5 dan 20, juga indicator MACD dan stochastic yang mengalami penguatan. Kami prediksi saham PGAS masih akan melanjutkan trennya.

Rekomendasi    : Buy

Target Price        : Rp 2393

Stop Lost             : Rp 2120 – Rp 2041

DISCLAIMER ON

Create By : Research Hima AE

Khotimah

Dwi Saputri

Cindy Alicia

Hari Setiawan

M. Yusuf Alfikri

Muh. Fauzan Arlan

Putri Devy Andriyani

Ahmad Ali Ramadhan

Bella Ainun Gustiandini

Post By : Bela Indah Rahayu

Witaningsih

3 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 439 RABU, 24 OKTOBER 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *