MENTARI PAGI EDISI 438 SELASA, 23 OKTOBER 2018

REVIEW IHSG

Pada perdagangan hari Senin (22/10) kemarin, IHSG ditutup menguat pada level 5.840 sebesar 0,05% atau +3,14 poin. Sempat menyentuh harga tertinggi di titik 5.869 dan terendah 5.827. Enam dari sepuluh sektor saham melemah, sektor dengan pelemahan terbesar adalah sektor perdagangan sebesar -0,57, dan sektor dengan penguatan terbesar yakni infrastruktur sebesar 1,69%.

Mayoritas indeks saham Asia berada di zona hijau. Indeks Nikkei naik sebesar 0,45%, Shanghai menguat 4,09%, Kospi pun demikian dengan 0,29%.

Dari segi analisa teknikal. IHSG ditutup menguat pada level 5.840, saat ini IHSG berada pada tren sideways yang sukar diprediksi arahnya, namun dilihat dari indikator RSI yang akan menembus level 50%, demikian pula dengan indikator stochastic yang sudah menembus area 50% yang sama-sama mengindikasikan harga akan menguat ke level resistance 5.981.

BERITA EKONOMI

Rupiah stabil, BI diprediksi tak akan naikkan suku bunga

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Myrdal Gunarto, Ekonom Maybank Indonesia memprediksi Bank Indonesia (BI) tidak akan menaikkan suku bunganya. Pasalnya kondisi rupiah mulai stabil, serta tekanan inflasi juga masih terkendali.

“Tetap (suku bunga) untuk bulan ini. Kita proyeksikan November naik,” ungkap Myrdal kepada Kontan.co.id, Senin (22/10)

Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah memang terlihat fluktuatif namun tidak ada gejolak tinggi sejak awal Oktober. JIDSOR mencatat rupiah per hari ini Rp 15.192. Sedangkan inflasi September 2018 tercatat 2,88% year-on-year (YoY).

https://nasional.kontan.co.id/news/rupiah-stabil-bi-diprediksi-tak-akan-naikkan-suku-bunga

OPINI RISET HIMA AE:

Jika memang BI dibulan ini tidak menaikan suku bunga acuan hal itu merupakan sentiment yang bagus karena hal itu menandakan memang benar rupiah cukup stabil, akan tetapi dibulan November BI tetap diprediksi akan menaikan suku bunga acuan dikarenakan untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga the fed, dan dibulan November tersebut merupakan bulan yang cukup diamati oleh para investor karena adanya rilis data penting yaitu rilis data neraca transaksi berjalan yang jika defisit transaksi berjalan Indonesia membengkat akan berdampak negative bagi perekonomian Indonesia dan sangat potensi terjadinya capital outflow.

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan kemarin (Senin, 22 Oktober 2018), SMRA ditutup melemah sebesar -0.8% menuju level 605. Dari segi Analisa Teknikal, saham SMRA membentuk pola Falling Wedge dan telah breakout, terlihat juga candle saham SMRA yang berada diatas MA 5 dan MA 20. Hal ini didukung oleh indikator stochastic yang bergerak menguat. Kami memprediksi saham SMRA akan akan mengalami penguatan.

Rekomendasi    : Buy

Target Price        : 690

Stop Lost             : 570

DISCLAIMER ON

Create By : Research Hima AE

Khotimah

Dwi Saputri

Cindy Alicia

Hari Setiawan

M. Yusuf Alfikri

Muh. Fauzan Arlan

Putri Devy Andriyani

Ahmad Ali Ramadhan

Bella Ainun Gustiandini

Post By : Bela Indah Rahayu

Witaningsih

3 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 438 SELASA, 23 OKTOBER 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *