MENTARI PAGI EDISI 433 SELASA, 16 OKTOBER 2018

REVIEW IHSG

Senin, 15 Oktober 2018 Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.51% pada level 5727.256 atau -29.234, Total volume perdagangan di bursa tercatat 8,8 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 6,35 triliun. Sebanyak 296 saham yang melemah, sementara 118 saham menguat, Sedangkan 106 lainnya tak bergerak. Investor asing tercatat Net buy di pasar reguler mencapai Rp 379,28 miliar, Sedangkan di pasar keseluruhan tercatat net buy sebesar Rp 340,06 miliar.  

Sembilan dari sepuluh sektor penopang IHSG mengalami penurunan. Saham industri dasar anjlok sampai 3,68%. Penurunan diikuti sektor saham pertambangan yang melemah 1,69% dan manufaktur melemah sebesar 1,27%, Satu-satunya sektor yang naik adalah finansial, yang mendaki 0,97%.

Jika dilihat dari segi Teknikal, titik resistance 1 dan 2 berada di range harga 5800-5900 dan support berada di harga 5600, tampak terlihat pola long black closing marubozu candle, Ini mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support. Dan juga faktor kelanjutan pelemahan diperkirakan akibat faktor eksternal, adanya sentimen negatif tentang kekhawatiran perang dagang maupun perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang menyebabkan posisi indeks-indeks di regional melemah.

BERITA EKONOMI

Data neraca dagang positif, rupiah tetap melemah ke Rp 15.220 per dollar AS

Surplusnya data neraca perdagangan Indonesia pada bulan September belum mampu menolong rupiah dari pelemahannya di hari ini (15/10). Neraca perdagangan Indonesia di bulan September 2018 berhasil surplus sebesar US$ 230 juta ketika diumumkan hari ini. Akan tetapi, kurs rupiah di pasar spot tetap mengalami pelemahan 0,15% ke level Rp 15.220 per dollar AS.

https://investasi.kontan.co.id/news/data-neraca-dagang-positif-rupiah-tetap-melemah-ke-rp-15220-per-dollar-as

Opini Riset Hima AE :
Neraca perdangan yang surplus saat ini belum bisa menjadi sentimen positif bagi penguatan rupiah, ini terjadi akibat pasar masih didominasi oleh katalis dari eksternal beda halnya dengan dollar AS yang masih dalam posisi yang solid berkat masalah yang terjadi secara global.
Tetapi dengan surplusnya neraca perdagangan Indonesia menunjukkan bahwa kebijakan peningkatan pajak penghasilan ekspor perlahan memberikan efek positif bagi nilai neraca perdagangan. Maka dari itu ketika pemerintah terus menggenjot ekspor dan mengurangi import Indonesia ini akan menjadi sentimen positif bagi perekonomian Indonesia akan datang. Ketika hal ini terjadi secara konsisten akan mengapresiasi IHSG kembali pada jalur penguatanya.

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan kemarin (Senin, 15 Oktober 2018), Saham ASII ditutup sebesar 0% menuju level 6850. Dari segi Analisa Teknikal, pada perdangan kemarin candle saham ASII membentuk Doji yang mengindikasikan akan terajdi perubahan trend dari bearish ke bullish. Hal ini didukung oleh indikator stochastic yang berada di area 20 yang merupakan sinyal beli. Kami memprediksi saham ASII akan akan mengalami penguatan.

Rekomendasi    : Buy

Target Price        : 7450

Stop Lost             : 6725

DISCLAIMER ON
Create By: Research Hima AE
Khotimah
Dwi Saputri
Cindy Alicia
Hari Setiawan
M. Yusuf Alfikri
M. Fauzan Arlan
Putri Devy Andriyani
Ahmad Ali Ramadhan
Bella Ainun Gustiandini

Post by:

Witaningsih

Bela Indah Rahayu

3 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 433 SELASA, 16 OKTOBER 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *