MENTARI PAGI EDISI 420 KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018

REVIEW IHSG

Pada perdagangan hari Rabu (26/09) kemarin, IHSG di tutup melemah sebesar  1,02 poin atau -0,01% di harga 5.873. IHSG sempat stabil menghijau di awal sampai akhir perdagangan bahkan sempat menyentuh harga tertinggi 5.908, namun terpaksa harus melemah pada sesi terakhir perdagangan. Sektor saham bergerak variatif, dengan kenaikan tertinggi yakni sektor aneka industri sebesar 1,58% sedangkan penurunan tertajam adalah sektor perdagangan dengan -0,56%.

Usai keputusan bank sentral Amerika Serikat nanti untuk menikan suku bunga, dari hal tersebut Bank Indonesia akan menaikan suku bunga acuan 7 day reversw repo rate sebesar 25 basis poin dari 5,5% menjadi 5,75% sehingga para pelaku investor menyoroti hal tersebut.

Dari segi teknikal. IHSG di tutup di harga 5.873 dengan resistancenya di harga 5.975 dan supportnya di titik 5.781, terlihat pola candlestick gravestone doji yang pada umumnya bertanda adanya pembalikan arah menuju bullish, namun harus menunggu candlestick konfirmasi berikutnya untuk action.

BERITA EKONOMI

Apindo: Perbankan dan Bahan Baku Impor Hambat Industrialisasi

Jakarta, CNBC Indonesia — Industrialisasi jadi isu penting dalam perekonomian Indonesia saat ini. Ekonom senior dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri beberapa waktu lalu menuturkan pelemahan rupiah disebabkan industri yang lemah.

https://www.cnbcindonesia.com/news/20180926180024-4-34902/apindo-perbankan-dan-bahan-baku-impor-hambat-industrialisasi

OPINI RISET HIMA AE:

Dengan adanya pelemahan rupiah secara berturut turut akibat sentiment negative dari ekonomi global membuat rupiah melemah, dan untuk mengatasi hal tersebut bank Indonesia membuat kebijakan menaikan suku Bunga untuk mengontrol terjadinya pelemahan rupiah, namum hal itu ternyata menjadikan perusahaan perusahaan semakin sulit mendapatkan laba yang meningkat dikarenakan suku bunga bank yang tinggi dan membuat perusahaan enggan meminjam uang dibank untuk melakukan expansi perusahaan nya,  hal tersebut tentunya akan menjadikan pertimbangan bank Indonesia untuk menurukan suku Bungan untuk mendorong industri lokal.

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan kemarin (Rabu, 26 September 2018), MYOR ditutup menguat 2.2% menuju level 2740. Dari segi Analisa Teknikal, candle saham MYOR  pada perdagangan kemarin membentuk White Morubuzu yang menandakan optimisme pasar pada saham MYOR sangat tinggi yang mengindikasikan saham MYOR akan mengalami kenaikan. Hal ini didukung oleh indikator stochastic yang bergerak menguat dan indikator MACD yang akan membentuk golden cross (Sinyal Beli). Kami memprediksi saham MYOR akan akan mengalami penguatan.

Rekomendasi    : Buy

Target Price        : 2850

Stop Lost             : 2670

DISCLAIMER ON

Create By : Research Hima AE

Khotimah

Dwi Saputri

Cindy Alicia

Hari Setiawan

M. Yusuf Alfikri

Muh. Fauzan Arlan

Putri Devy Andriyani

Ahmad Ali Ramadhan

Bella Ainun Gustiandini

Post By : Bela Indah Rahayu

Witaningsih

4 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 420 KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018

  1. Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

    Reply

  2. I’d have to examine with you here. Which is not one thing I usually do! I take pleasure in reading a post that may make folks think. Additionally, thanks for permitting me to comment!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *