MENTARI PAGI EDISI 419, RABU 26 SEPTEMBER 2018

REVIEW IHSG

Selasa, 25 September 2018 Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0,13% pada level 5874.299 atau -7,921, Total volume transaksi bursa mencapai 8,74 miliar saham dengan nilai transaksi yang cenderung tipis, hanya Rp 5,40 triliun. Sebanyak 175 saham melemah. Menguatnya harga masih terjadi pada 163 saham dan 142 saham diam ditempat. Investor asing masih mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 19,54 miliar.

Enam sektor turun dengan penurunan terbesar pada sektor industri dasar, sebesar 1,58%. Sektor konstruksi melemah 0,63% dan sektor perkebunan turun 0,51%. Empat sektor masih menguat. Sektor tambang mencatat kenaikan 0,99%. Sektor aneka industri menguat 0,85%. Sektor infrastruktur naik 0,34% dan sektor barang konsumer naik tipis 0,06%.

Jika dilihat dari segi Teknikalnya, tampak adanya doji dimana doji itu menandakan adanya pergantian trend. Lalu bisa dilihat juga disini indikator MACD sudah hampir membentuk Golden Cross yang memiliki potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance. Jadi diperkirakan IHSG besok akan mengalami penguatan.

BERITA EKONOMI

Waspada, Hal Ini Jadi ‘Hantu’ Inflasi di Tahun Politik

Laju inflasi tahun depan diperkirakan bisa menyentuh level 4% atau batas atas dari target pemerintah dan Bank Indonesia di 3,5% plus minus 1%. Hal ini terjadi jika pemerintah mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, ada dua faktor utama yang bakal menghantui laju inflasi tahun depan. Pertama, adalah dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sumber: CNBC Indonesia

OPINI RISET HIMA AE

Selasa (25/9/2018), US$ 1 dihargai Rp 14.915 saat penutupan pasar spot. Rupiah melemah 0,37% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya. Ini merupakan posisi terlemah rupiah sejak 5 September. Pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak, jelas membebani fiskal terutama dari sisi pemberian subsidi. Berdasarkan rilis APBN per September, realisasi subsidi minyak telah mencapai Rp 46,3 triliun atau 98,9% dari target yang ditetapkan APBN 2018. Cara lain yang bisa dilakukan pemerintah guna mencegah defisit anggaran membengkak yaitu pemerintah harus lebih bijak mengalokasikan anggaran belanja pegawai guna menyelamatkan jebolnya subsidi. Di tengah tekanan kurs rupiah dan harga minyak serta ditambah pemerintah tidak ingin menaikkan harga BBM, mau tidak mau pengalokasian anggaran menjadi jalannya. Jika tidak, defisit di tahun 2018 akan membengkak dan berimplikasi terhadap tidak sehatnya anggaran pemerintah.

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan kemarin (Selasa, 25 September 2018), BBCA ditutup 0% menuju level 23925. Dari segi Analisa Teknikal, candle saham BBCA pada perdagangan kemarin membentuk pola Pennant Bullish. Hal ini didukung oleh indikator stochastic yang bergerak menguat. Kami memprediksi saham BBCA akan akan mengalami penguatan.

Rekomendasi    : Buy Jika Breakout di Harga 24000

Target Price        : 24580

Stop Lost             : 23705

DISCLAIMER ON

Create By : Research Hima AE

Khotimah

Dwi Saputri

Cindy Alicia

Hari Setiawan

M. Yusuf Alfikri

Muh. Fauzan Arlan

Putri Devy Andriyani

Ahmad Ali Ramadhan

Bella Ainun Gustiandini

Post By : Bela Indah Rahayu

Witaningsih

6 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 419, RABU 26 SEPTEMBER 2018

  1. Aw, this was a very nice post. In idea I would like to put in writing like this additionally – taking time and actual effort to make an excellent article… but what can I say… I procrastinate alot and on no account seem to get something done.

    Reply

  2. 我們採用國際及美國食品及藥物管理局FDA認可的CO2 激光儀 LUTRONICS® SPECTRA SPR, 具安全性, 準確度高 . 二氧化碳激光可安全地去除皮膚上的癦痣、肉粒、疣、老人斑等問題。此激光的幼細光束可準確及直接地將要去除的組織氧化,過程快捷,傷口細小及乾淨,對周圍的皮膚傷害減至最少。一般1-2次就可永久去除。

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *