Mentari Pagi Edisi 411, Jumat 14 September 2018

REVIEW IHSG

Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup dilevel 5858.274 atau ditutup menguat sebesar 60.123 (+1.04)%,  kenaikan IHSG terjadi dari awal sesi hingga berakhirnya sesi perdagangan nilai transaksi IHSG mencapai 6.7 T,   dari kondisi teknikalnya sendiri IHSG berpotensi uji resitance dilevel 5868 karena terdapat celah gap sendangkan dari kondisi fundamendal, IHSG masih mini akan sentiment maka dari itu IHSG hari ini berpotensi bergerak mixed.

BERITA EKONOMI

Perang Dagang Sudah, Hati-hati Ada Lagi Perang Lainnya!

Jakarta, CNBC Indonesia – Anjloknya beberapa mata uang negara-negara emerging market, mulai menimbulkan kekhawatiran terganggunya stabilitas sistem keuangan global.  Mulai dari peso Argentina, lira Turki hingga real Brasil mengalami pelemahan cukup dalam. Bahkan, rupiah ikut ikutan mengalami hal tersebut.

Sumber: CNBC Indonesia

Opini Riset HIMA AE

Kemarin, bursa saham Asia menguat akibat tensi perang dagang AS-China mereda. Optimisme bahwa AS dan China bisa segera menyelesaikan perang dagang yang selama ini terjadi membuat bursa saham menjadi menarik di mata investor. Reuters mengabarkan bahwa Washington telah mengontak Beijing untuk membahas rencana dialog perdagangan. Namun, seteLah perang dagang ini ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu adanya perang suku bunga acuan. BI sendiri sudah menaikkan suku bunga acuan hingga 125 bps. Dua bank sentral yang paling agresif yaitu Argentina yang telah menaikkan suku bunga acuan hingga ke level 60%, sementara Turki mencapai 17,75%. Padahal kenaikan suku bunga acuan hanya efektif untuk jangka pendek sedangkan yang perlu diperhatikan yaitu menyembuhkan defisit transaksi berjalan.

Depresiasi yang ada, mendorong bank sentral menerapkan sikap agresif melalui kenaikan suku bunga acuannya. Tujuannya untuk melindungi depresiasi mata uang tidak terlalu dalam kedepannya. Setidaknya ada dua bank sentral yang paling agresif, yaitu Argentina dan Turki. Argentina saat ini telah menaikkan suku bunga acuan hingga ke level 60%. Sementara Turki mencapai 17,75%.

Tak terkecuali AS, kebijakan ini bagaikan perang suku bunga acuan. Siapa yang paling tinggi, maka aliran modal asing akan mampir ke sana. Bank Indonesia (BI) sendiri sudah menaikkan suku bunga acuan hingga 125 basis poin (bps). Lantas, apakah intervensi melalui kenaikan suku bunga acuan bisa selalu diandalkan?

REKOMENDASI SAHAM

Pada perdagangan kemarin (Kamis, 13 September 2018), TLKM ditutup menguat sebesar 3,92% menuju level 3450. Dari segi Analisa teknikal, kami memberikan rekomendasi buy pada saham TLKM. Rekomendasi ini didukung oleh beberapa katalis, seperti candle TLKM pada perdagangan kemarin membentuk bullish candle yang mengindikasikan bahwa TLKM mengalami kenaikan, volume perdagangan yang naik cukup signifikan dibandingkan perdagangan sebelumnya, candle TLKM juga telah break di MA 5, MA 10, dan MA 50, serta indicator RSI yang bergerak menguat sehingga kami yakin saham TLKM akan melanjutkan kenaikannya

Rekomendasi : Buy

Target Price : 3660

Stop Lost : 3250

DISCLAIMER ON

Create By : Research Hima AE

Khotimah

Dwi Saputri

Cindy Alicia

Hari Setiawan

M. Yusuf Alfikri

Muh. Fauzan Arlan

Putri Devy Andriyani

Ahmad Ali Ramadhan

Bella Ainun Gustiandini

Post By : Bela Indah Rahayu

Witaningsih

3 thoughts on “Mentari Pagi Edisi 411, Jumat 14 September 2018

  1. Like!! I blog frequently and I really thank you for your content. The article has truly peaked my interest.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *