MENTARI PAGI EDISI 391 RABU 1 AGUSTUS 2018

REVIEW IHSG

Selasa, 31 Juli 2018 Indeks Harga Saham Gabungan melemah 1.52% pada level 5936.443 atau -91.494, Ada 248 saham yang memerah. Sementara, jumlah saham yang naik sebanyak 87 saham dan 72 saham lainnya diam di tempat. Volume transaksi perdagangan hari ini melibatkan 6,918 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 5,828 triliun.

investor asing masih mencatatkan net buy sebanyak Rp 95,99 miliar di seluruh pasar, dilihat dari segi sektoral tak ada satu pun sektor yang menghijau. Tiga sektor dengan penurunan teranjlok yaitu sektor industri lain-lain melemah 2,94%, sektor agrikultur melemah 2,11%, dan sektor konstruksi melemah 2,01%.

Sementara dilihat dari Indeks Global DOW 30 menguat 0.65%, Nasdaq 0.65%, FTSE 100 menguat 0.62%,jika dilihat dari Indeks Asia Shanghai menguat 0.26%, Hang Seng melemah 0.52%, Nikkei 225 menguat 0.04%. Diprediksikan IHSG hari ini masih akan mengalami penurunan karena salah satu faktornya akibat ditahannya suku bunga acuan justru membuat posisi rupiah melemah. Kemarin, nilai tukar rupiah terus tertekan hingga menembus Rp 14.500 per dollar Amerika Serikat. Pelemahan rupiah berpotensi berlanjut akibat sentimen perang dagang dan kenaikan lanjutan bunga The Fed.

BERITA EKONOMI

Tarik ulur aturan harga DMO batubara, Bukit Asam tetap di atas angin

https://investasi.kontan.co.id/news/tarik-ulur-aturan-harga-dmo-batubara-bukit-asam-tetap-di-atas-angin

Opini Riset Hima AE:

Presiden Joko Widodo membatalkan rencana untuk mencabut DMO (kewajiban pemenuhan pasar domestik) batu bara. Keputusan ini diambil setelah digelar rapat terbatas dengan 17 pejabat negara di Istana Bogor. Akibatnya, saham-saham emiten batu bara kian gencar dilepas oleh investor. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) anjlok 8,85%, PT Harum Energy Tbk (HRUM) anjlok 7,64%, PT Indika Energy Tbk (INDY) anjlok 6,25%, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) anjlok 5,08%, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) anjlok 2,99%. Seiring anjloknya saham-saham batu bara, indeks sektor pertambangan melemah hingga 2,72%.

Namun, berbeda dengan Bukit Asam yang ditutup menguat 2,8% ke level harga Rp4.480/saham pada Selasa, 31 Juli 2018. PTBA masih berpotensi mendulang pendapatan dari kebijakan transfer kuota kepada perusahaan tambang lainnya walaupun harga DMO masih terus berlanjut. PTBA juga mendapat angin segar dari sentimen holding pertambangan PT Inalum yang mengakuisisi saham PT Freeport Indonesia. Juga, PTBA tengah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 8. Per bulan Juni 2018 lalu, proyek ini masuk tahap financial close.

REKOMENDASI SAHAM

Selasa, 31 Juli 2018, Gudang Garam Tbk. (GGRM) ditutup menguat sebesar 1 %. Pada pergerakan market saham GGRM membentuk bullish candle yang menggambarkan saham ini bergerak positif. Terlihat indikator MACD bergerak positif dan RSI bergerak menguat yang mengindikasikan saham GGRM akan mengalami penguatan.

Rekomendasi    : Buy

Target Price        : 80000

Stop Lost             : 70330

DISCLAIMER ON

Create By : Research Hima AE

Khotimah

Dwi Saputri

Cindy Alicia

Hari Setiawan

M. Yusuf Alfikri

Muh. Fauzan Arlan

Putri Devy Andriyani

Ahmad Ali Ramadhan

Bella Ainun Gustiandini

Post By : Bela Indah Rahayu

Witaningsih

3 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 391 RABU 1 AGUSTUS 2018

  1. Like!! I blog frequently and I really thank you for your content. The article has truly peaked my interest.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *