MENTARI PAGI EDISI 381 RABU 18 JULI 2018

REVIEW IHSG

Selasa, 17 Juli 2018 Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0.74% pada level 5861.508 atau (-43.650). Sebanyak 193 saham melemah, sedangkan 168 saham menguat. Ada 103 saham yang tidak bergerak. Total volume transaksi bursa hari ini mencapai 8,77 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,69 triliun. Tujuh sektor melemah seiring penurunan IHSG. Penurunan terbesar terjadi pada sektor keuangan 1,53%, Sektor barang konsumer 0,90%, Sektor manufaktur melemah 0,85%.

Investor asing masih lebih banyak melepas saham domestik. Net sell tercatat Rp 183,89 miliar di pasar reguler, dan mencapai Rp 507,54 miliar di pasar keseluruhan.

Sementara dilihat dari segi Indeks Global FTSE 40 menguat 1,03%, DOW melemah 0,09%, Nasdaq 100 melemah 0,21%, dan Indeks Asia mayoritas juga terkoreksi. Indeks Hang Seng di China melemah 1,07%, sementara Indeks Shanghai di China melemah 0,92%. Diperkirakan hari ini IHSG masih akan terkoreksi, Tren pelemahan rupiah pun menjadi salah satu faktor penyebabnya dan asing berpotensi net sell.

BERITA EKONOMI

Boy Thohir Ubah Adaro, Sekarang Tak Hanya Jualan Batu Bara

https://www.cnbcindonesia.com/market/20180716222333-17-23855/boy-thohir-ubah-adaro-sekarang-tak-hanya-jualan-batu-bara

Opini Riset Hima AE

Sepuluh tahun lamanya PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sudah melantai di bursa dan telah bertransformasi menjadi perusahaan batubara yang terintegrasi secara vertikal, serta akan terus melanjutkan transformasi bisnis tersebut hingga delapan lini, yakni pertambangan, jasa, logistik, pembangkit, air, land, capital, dan yang terpenting adalah Adaro Foundation. Adaro juga memiliki transaksi jumbo di tahun ini dimana proses akuisisi Adaro atas 80% saham tambang Kestrel milik Rio Tinto masih terus berjalan. Keberhasilan akuisisi Kestrel akan menentukan prospek bisnis ADRO di masa depan. Jika akuisisi berhasil, maka ADRO akan menjadi salah satu supplier batubara, bukan hanya yang terbesar, namun juga terdiversifikasi. Selasa 17 Juli 2018, saham ADRO ditutup melemah 2,22% ke level harga Rp1.760/saham dengan membentuk bearish candle. Indikator MACD terpantau akan mengalami Death Cross ditambah dengan indikator RSI yang terpantau bergerak mendatar.

REKOMENDASI SAHAM

Selasa, 17 Juli 2018, Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) ditutup menguat sebesar 5,7%. Pada pergerakan market ADHI telihat pola pattern Drop dan diikuti Base juga sudah terbentuk konfirmasi Swing Low, maka terforecasting trend selanjutnya adalah bullish/Rally. Dan dilihat dari indikator MACD yang akan membentuk Golden Cross (Sinyal Beli). Jika dilihat dari analisa teknikal, saham ADHI akan mengalami penguatan.

Rekomendasi    : Buy

Target Price        : 1962

Stop Lost             : 1548

DISCLAIMER ON

Create By : Research Hima AE

Khotimah

Ibnu Hasan

Dwi Saputri

Cindy Alicia

Hari Setiawan

M. Yusuf Alfikri

M. Fauzan Arlan

Putri Devy Andriyani

Ahmad Ali Ramadhan

Bella Ainun Gustiandini

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *