MENTARI PAGI EDISI 380 SELASA 17 JULI 2018

  • REVIEW IHSG

Tren positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti pada penutupan perdagangan kemarin (16/7), sebelumnya IHSG dalam seminggu kemarin slalu dalam zona hijau secara berturut-turut.

Pada penutupan perdagangan, Senin (16/7/2018), IHSG melemah 38,91 poin atau 0,65 persen ke posisi 5.905,15.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 310.896 kali dengan volume perdagangan saham 6,3 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 5,3 triliun. Investor asing beli saham Rp 58,81 miliar di pasar regular.

Indeks saham LQ45 tergelincir 0,73 persen ke posisi 930,01. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.368. Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham keuangan naik 0,11 persen dan sektor saham perdagangan menanjak 0,23 persen. Sektor saham infrastruktur susut 1,47 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri melemah 1,36 persen dan sektor saham konstruksi merosot 1,25 persen.

Bursa saham Asia pun sebagian besar tertekan. Indeks saham Hang Seng naik 0,05 persen. Sementara itu, indeks saham Kospi susut 0,39 persen, dan  disusul indeks saham Shanghai susut 0,61 persen, juga indeks saham Singapura melemah 0,71 persen.

Penurunan IHSG pada awal pekan ini dikarenkan adanya sentimen global, lantaran pertumbukann ekonomi China pada bulan ini menurun dari bulan sebelumnya disebabkan oleh perang dagang antara AS dan China yang belakangan ini sedang memanas. Diperkirakan IHSG masih terkoreksi pada perdagangan hari ini (17/07)

 BERITA EKONOMI

Neraca perdagangan mulai surplus, rupiah berpotensi menguat terbatas besok

https://investasi.kontan.co.id/news/neraca-perdagangan-mulai-surplus-rupiah-berpotensi-menguat-terbatas-besok

Opini Riset HIMA AE :

Surplus neraca perdagangan Juni senilai US$ 1,74 Miliar merupakan kabar gembira bagi perekonomian Indonesia, pasalnya pada bulan April dan Mei kemarin neraca perdagangan sempat mengalami deficit yang mengakibatkan terdepresiasinya nilai tukar rupiah dan banyaknya capital outflow. Surplus di bulan Juni 2018 merupakan surplus yang tertinggi sejak September 2017. Surplus neraca perdagangan akan memperbaiki kinerja transaksi berjalan dan juga akan mengurangi risiko memburuknya Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Dengan adanya surplus neraca perdagangan ini dapat dikatakan bahwa pendapatan negara lebih besar daripada pengeluaran. Sebagai dampak surplusnya neraca perdagangan Indonesia, nilai tukar mata uang garuda cenderung menguat karena mengindikasikan bahwa perekonomian Indonesia lebih baik sehingga investor cenderung memburu rupiah. Kala rupiah menguat, berinvestasi di rupiah dianggap menguntungkan karena nilai nya yang meningkat.

REKOMENDASI SAHAM

 

Senin, 16 Juli 2018 Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. di tutup menguat sebesar 2,9%. Pada pergerakannya kita dapat melihat formasi atau Pattern Drop dan sudah terbentuk Base. Saham tersebut akan membentuk trend Bullish/Rally. juga dilihat dari indikator MACD terlihat sudah membentuk Golden Cross dimana menandakan sinyal beli. maka dilihat dengan analisa teknikal, saham BBTN akan mengalami penguatan.

Rekomendasi           : Buy

Target Price             : 2754

Stop Lost                   : 2143

DISCLAIMER ON

Create By : Research Hima AE

Khotimah

Ibnu Hasan

Dwi Saputri

Cindy Alicia

Hari Setiawan

M. Yusuf Alfikri

M. Fauzan Arlan

Putri Devy Andriyani

Ahmad Ali Ramadhan

Bella Ainun Gustiandini

2 thoughts on “MENTARI PAGI EDISI 380 SELASA 17 JULI 2018

  1. Hey there just wanted to give you a quick heads up and let you know a few of the pictures aren’t loading properly.

    I’m not sure why but I think its a linking issue.
    I’ve tried it in two different browsers and both show the same outcome.

    Reply

  2. Great post. I was checking constantly this weblog and I am impressed!
    Extremely helpful info specifically the last
    phase 🙂 I deal with such info much. I was looking for this particular information for a long time.
    Thank you and good luck.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *