Mentari Pagi Edisi 347 Kamis, 22 Februari 2018

REVIEW IHSG

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari kemarin, rabu (21/02) ditutup melemah 19,47 poin atau 0,29% menjadi 6.643,40.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 504.627 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,112 miliar lembar saham senilai Rp9,876 triliun. Sebanyak 157 saham naik, 205 saham menurun, dan 124 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

Indeks bursa Nikkei naik 45,71 poin (0,21%) ke 21.970,81, indeks Hang Seng menguat 558,26 poin (1,81%) ke 31.431,89 dan Straits Times menguat 39,70 poin (1,14%) ke posisi 3.516,23.

 Hari ini IHSG diproyeksikan masih melanjutkan koreksi seiring para investor melakukan taking profit-nya.

 TOTAL TRANSAKSI

Sarana Menara (TOWR) Bagikan Dividen Maksimal Rp1,5 Triliun, Catat Jadwalnya!

Emiten menara telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk. mengumumkan akan melaksanakan pembagian deviden untuk tahun 2017 senilai Rp1 triliun—Rp1,5 triliun, selambat-lambatnya pada Mei 2018. Direktur Utama PT Sarana Menara Nusantara Tbk. Aming Santoso mengungkapkan, berdasarkan net free cash flow perseroan selama 2017, manajemen Sarana Menara Nusantara dan anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) akan mengusulkan kenaikan substansial jumlah deviden.

Opini :

Menurut pandangan kami saham-saham yang melakukan aksi korporasi membagikan dividen maka harga sahamnya akan naik. Hal ini dikarenakan banyaknya para investor yang ingin mendapatkan dividen dari saham tersebut.

Emiten Lippo Group dibayangi isu negatif

Sentimen negatif membayangi emiten-emiten Lippo Group. Tahun lalu, emiten peritel  Lippo Group harus menghadapi pelemahan daya beli yang menggerus pendapatan perusahaan. Tak hanya itu, pelemahan sektor properti juga menyebabkan kinerja emiten properti, seperti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) terseok-seok.

Opini :

Menurut data yang kami peroleh Fitch menurunkan rating surat utang LPKR menjadi B+ dari sebelumnya BB-. Penurunan rating tersebut mencerminkan penurunan arus kas yang signifikan dari penjualan properti Meikarta. Itu terjadi seiring adanya keputusan strategis perusahaan untuk mendivestasikan saham substansial dalam proyek flagship LPKR yang dipegang oleh perusahaan lewat LPCK. Penurunan penjualan properti Meikarta juga dipengaruhi oleh berita-berita negatif sehingga penjualan properti Meikarta sedikit tersendat.

Create By:Research Hima Ae

Jati Akbar Bahrul Kholbi
Ahmad Ali Ramadhan
Muhamad syarifudin
Agung Kurniawan
Aditya Widianto
Mila septrya
Euis Herlina

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *