Mentari Pagi Edisi 343 Kamis, 15 Februari 2018

REVIEW IHSG

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin (Rabu,14/02) ditutup menguat 16,22 poin atau 0,24% menjadi 6.594,40, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,92 poin (0,17%) menjadi 1.111,15.

Investor asing mencatatkan jual bersih atau foreign net sell sebesar Rp525,66 miliar.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 345.592 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 11,663 miliar lembar saham senilai Rp8,007 triliun. Sebanyak 198 saham naik, 146 saham menurun, dan 128 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

Indeks bursa Nikkei turun 90,51 poin (0,43%) ke 21.154,17, indeks Hang Seng menguat 676,07 poin (2,27%) ke 30.515,60 dan Straits Times melemah 8,44 poin (0,25%) ke posisi 3.406,63.

 TOTAL TRANSAKSI

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

PTBA tidak keberatan aturan harga DMO batubara

Harga batubara yang terus menanjak berisiko memicu tarif listrik ikut naik. Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah bersiap mengeluarkan beleid yang mengatur harga jual batubara untuk keperluan domestik, terutama untuk keperluan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Opini :

Aturan DMO akan mengurangi pendapatan emiten batubara khususnya PTBA dan ADRO. Namun diperkirakan aturan harga ini tidak terlalu signifikan terhadap emiten batubara. Harga batubara saat ini sudah melebihi ekspektasi pasar sehingga emiten batubara masih bisa menutup kekurangan dari harga penjualan domestik lewat penjualan ekspor.

Saham Intikeramik Alamasri masuk radar UMA

PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) masuk daftar unusual market activity (UMA). Saham ini masuk radar Bursa Efek Indonesia (BEI), karena terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham di luar kebiasaan.

Opini :

Menurut data yang kami peroleh pendapatan emiten produsen keramik ini merosot 98,41% year on year (yoy) menjadi hanya Rp 13,33 miliar. Padahal di tahun 2016 lalu, IKAI berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 83,77 miliar. Namun jika dilihat dari siklus 10 tahunan saat ekonomi sedang lemah saham IKAI saat itu terbang tinggi hingga menyentuh 1.940.

Create By:Research Hima Ae

Jati Akbar Bahrul Kholbi
Ahmad Ali Ramadhan
Muhamad syarifudin
Agung Kurniawan
Aditya Widianto
Mila septrya
Euis Herlina

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *