Mentari Pagi Edisi 321 jum’at 12 January 2018

REVIEW IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari kemarin (11/1) ditutup naik 15 poin atau 0,24% ke 6.386.

Terdapat 162 saham menguat, 195 saham melemah dan 115 saham stagnan. Pada hari itu transaksi sebesar Rp7,41 triliun dari 14,65 miliar lembar saham diperdagangkan.

Sektor konsumsi, tambang, infrastruktur, keuangan, perdagangan dan properti menguat. Sementara sektor perkebunan, manufaktur, aneka industri dan industri dasar melemah.

Hari ini IHSG diproyeksikan akan melanjutkan penguatan.

 

TOTAL TRANSAKSI

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Trada Alam patok harga tender offer SMRU Rp 502

PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) menjadi pengendali baru PT SMR Utama Tbk (SMRU). Dengan demikian, TRAM melakukan penawaran tender wajib atau tender offer atas sebanyak-banyaknya 6,23 miliar saham atau setara 49,90% modal ditempatkan dan disetor penuh. Sebagaimana dimuat dalam prospektus yang diterbitkan TRAM, akhir Desember lalu, harga tender offer dipatok Rp 502 per saham. Dengan demikian, nilai total penawaran tender wajib ini sebesar Rp 3,13 triliun.

Opini :

Sebelum mengeksekusi saham tender offer, pastikan bahwa pengendali baru perusahaan yang bersangkutan memiliki reputasi baik. Selain itu, perhatikan pula rencana bisnis pengendali baru, setelah masuk ke perusahaan tersebut. Namun aksi tender offer identik dengan prospek yang bagus.

Prospek Emiten: 2018, Tahun Penuh Optimisme PPRO

PT PP Properti Tbk. masih sangat optimistis bisa mengakhiri tahun ini dengan kinerja yang baik, meskipun tantangan di sektor properti secara umum masih akan sangat besar. Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Emiten dengan kode saham PPRO ini mengaku sudah memiliki strategi jitu untuk menghadapi karakter pasar yang tengah lesu saat ini. Setelah tahun lalu gencar menambah lahan hingga 297 hektare, tahun ini perseroan siap tancap gas.

Opini :

PPRO berhasil membukukan marketing sales Rp3 triliun tahun lalu, meningkat 21% yoy. Perseroan menghitung laba bersih 2017 sebelum audit senilai Rp440 miliar, tumbuh 20,5% yoy. Ini merupakan kinerja yang baik meskipun perseroan justru mengalami dua kali penurunan peringkat oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) tahun lalu. Terakhir, PPRO mengantongi peringkat idBBB dengan outlook stabil dari Pefindo. Ini dikarenakan tingkat utang perseroan terhadap EBITDA sudah berada di level yang cukup tinggi mencapai 6,6 kali pada September 2017 lalu, dan sekitar 8 kali selama 2017-2019.

REKOMENDASI SAHAM

Bukit Asam Tbk. ( PTBA ) pada perdagangan kemarin di tutup menguat dan menyentuh level resitance nya, untuk hari ini PTBA kami proyeksikan akan mengalami penguatan dan menembus resitance nya, dan berpotensi mengalami uptrend.

  • Rekomendasi: Buy
  • Target: 3050
  • Stop loss: If Break down 2735

Create By:Research Hima Ae

Jati Akbar Bahrul Kholbi
Ahmad Ali Ramadhan
Muhamad syarifudin
Agung Kurniawan
Aditya Widianto
Mila septrya
Euis Herlina

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *