Mentari Pagi Edisi 314, jum’at 15 Desember 2017

REVIEW IHSG 

Kamis, 14 Desember 2017 kemarin IHSG kembali mencetak rekor tertinggi yaitu ditutup dilevel 6113.653 menguat 0.98% atau naik 59,049 poin dari level sebelumnya, dan secara YTD telah menguat 15.42%.  Sementara itu asing mencatatkan penjualan bersih sebanyak 137.10 B.  Semua sektor menguat dan yang paling mendominasi adalah sektor industry dasar (2.94%).

Kami prediksikan IHSG hari ini akan menguat.

RINCIAN TRANSAKSI BURSA

14 DESEMBER 2017

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Bunga acuan BI ditutup di level 4,25% tahun 2017

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuannya (BI 7-day reverse repo rate) di level 4,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini. Keputusan tersebut menyusul keputusan The Fed yang menaikan suku bunga acuannya menjadi 1,5% pada 13 Desember 2017.

Sejalan dengan keputusan menahan bunga acuan tersebut, deposit facility tetap di level 3,5%. Begitu juga dengan lending facility tetap di level 5%.

Opini kami:

Kebijakan yang diambil BI dengan menahan suku bunga di level 4,25% memang didasari oleh keputusan The Fed menaikan suku bunga acuanya menjadi 1,5%. Namun ditahun depan BI perlu waspada bila adanya pengetatan kebijakan moneter dinegara-negara maju. The Fed yang akan menaikan kembali suku bunganya di tahun depan dan dibarengi dengan pengurangan neraca The Fed, maka BI juga perlu menaikkan suku bunganya ditahun depan untuk menjaga kestabilan nilai rupiah.

Antam dapat porsi tambahan ekspor nikel

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mendapat porsi tambahan ekspor nikel dari pemerintah. Sebab, emiten ini sedang membangun pabrik Feronikel di Halmahera Timur, Maluku Utara.

Dimas Wikan Pramudhito, Direktur Keuangan ANTM menyatakan, ANTM memiliki kuota ekspor nikel sebesar 3,9 juta ton dari sebelumnya sebesar 2,7 juta ton. Hingga kuartal III, telah membukukan penjualan 2 juta ton. “Pertimbangannya basis pemberian kuota adalah adanya smelter yang beroperasi dan adanya pembangunan yang sedang berjalan,” kata Dimas di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Opini kami:

Dengan tambahan porsi ekspor nikel, ANTM menyiapakan capex sebesar Rp. 2,8 triliun ditahun depan, angka ini naik 40% dibanding alokasi tahun ini. Penggunaan capex tersebut salah satunya untuk membangun pabrik feronikel di Halmahera Timur, Maluku Utara. Peningkatan kuota ekspor tentu akan membuat penjualan ANTM membaik.

REKOMENDASI SAHAM

Ramayana Lestari Sentosa Tbk. ( RALS ) pada perdagangan kemarin di tutup menguat dan berhasil breakout resitance nya di harga 1060, dan volume transaksi juga melonjak di atas rata-rata nilai transaksi pada saat membreakout resistance, indikator MACD juga masih bergerak positive.

Rekomendasi buy, dengan target di1300

Stop loss jika harga break down di level 1060.

Jati Akbar Bahrul Kholbi
Ahmad Ali Ramadhan
Muhamad syarifudin
Agung Kurniawan
Aditya Widianto
Mila septrya
Euis Herlina

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *