Mentari Pagi Edisi 312, Rabu 13 Desember 2017

REVIEW IHSG 

Selasa, 12 Desember 2017 kemarin IHSG ditutup dilevel 6032.371 menguat 0.10% atau naik 5,738 poin dari level sebelumnya. Sementara itu asing mencatatkan penjualan bersih sebanyak 666.44 B.

4 sektor menguat diantaranya sektor industry dasar, infrastruktur, pertanian dan pertambangan (2,2%).  5 sektor lainnya melemah yaitu sektor konsumsi, keuangan, property, penjualan dan aneka industry  (2,14%).

Kami prediksikan IHSG hari ini akan melemah.

RINCIAN TRANSAKSI BURSA

12 DESEMBER 2017

 RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Produksi sawit 2017 melonjak 15,8%

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja industri perkebunan kelapa sawit sampai tahun 2017 diprediksi melaju lebih kencang dibandingkan tahun 2016. Diproyeksikan sampai akhir tahun ini, produksi crude palm oil (CPO) bisa mencapai 36,5 juta ton, meningkat sekitar 15,8% dibandingkan produksi CPO tahun 2016 yang sebesar 31,5 juta ton.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan, pihaknya optimis produksi CPO pada tahun ini mencapai target karena cuaca yang baik. Selain itu, produksi CPO juta tidak terpengaruh gencarnya kampanye negatif produk kelapa sawit dari Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS).

Opini Kami:

Harga komoditas CPO tahun ini memang sedang meningkat, hal ini terlihat kinerja perusahaan yang memproduksi CPO meningkat signifikan. Permintaan CPO yang terus tumbuh meski diterpa kampanye hitam dari Eropa dan Amerika. Pasar domestik pun terus berkembang hal ini terlihat dari penggunaan biodesel Indonesia mencapai 20%. Adanya ketegangan gopolitik yang terjadi di Timur Tengah, dan juga antara Amerika dan Korea utara akan mempengaruhi harga minyak dunia, sehingga ada kemungkinan harga komoditas seperti CPO akan bergerak naik.

Moody’s naikkan peringkat Indika ke Ba3

KONTAN.CO.ID – SINGAPURA. Moodys Investors Service meningkatkan corporate family rating (CFR) Indika Energy Tbk (INDY) menjadi Ba3 dari B2. Ini menyusul selesainya akuisisi 45% saham produsen batubara terbesar ketiga di Indonesia yakni PT Kideco Jaya Agung.

Pada saat yang sama, Moodys juga menaikkan peringkat obligasi senilai US$ 500 juta milik Indo Energy Finance II B.V, obligasi US$265 juta milik Indika Energy Capital II Pte dan obligasi US$ 575 juta milik Indika Energi Capital III Pte Ltd dari B2 menjadi Ba3. Semua surat utang tersebut dijamin oleh Indika. “Secara umum prospek peringkat semuanya stabil,” seperti dikutip dari laporan Moodys.

Opini kami:

Peningkatan peringkat INDY menjadi Ba3 dari B2 mencerminkan perbaikan profil operasi INDY sebagai akibat dari akuisisi PT Kideco Jaya Agung. PT Kideco sendiri merupakan produsen batubara ketiga terbesar di Indonesia serta memiliki biaya operasional terendah. Hal ini tentu akan mendongkrak kinerja INDY di tengah harga batubara yang cenderung meningkat.

 

Create By:Research Hima Ae

Jati Akbar Bahrul Kholbi
Ahmad Ali Ramadhan
Muhamad syarifudin
Agung Kurniawan
Aditya Widianto
Mila septrya
Euis Herlina

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *