Mentari Pagi Edisi 303, Rabu 29 November 2017

REVIEW IHSG

Pada penutupan perdagangan kemarin (28/11) indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 6,13 poin (+0,10%) ke level 6.070,72.

Investor asing tercatat melakukan beli bersih sebesar Rp107,29 miliar. Adapun total perdagangan efek di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebanyak 10,42 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp8,18 triliun.

Dari semua sektor, penguatan terbanyak terjadi pada sektor industri barang konsumen (+1,42%) dan keuangan (+0,69%). Sementara sektor yang mengalami pelemahan paling banyak yaitu sektor aneka industri (-1,36%) dan pertambangan (-1,11%).

Hari ini IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan rentang 6.030-6.090.

TOTAL TRANSAKSI DI BURSA

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

BUMN Optimistis Mampu Akuisisi Freeport

Peningkatan aset BUMN melalui pembentukan holding sektor tambang diyakini mampu menyerap nilai akuisisi saham PT Freeport Indonesia yang sekarang masih dalam proses negoisasi.

Opini :

Induk BUMN holding tambang, PT Indonesia Asahan Alumunium/Inalum (Persero) disebut memiliki tugas strategis untuk mengambil alih saham divestasi Freeport Indonesia. Pembentukan holding BUMN industri pertambangan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan pendanaan, pengelolaan sumber daya alam mineral dan batu bara, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi dan meningkatkan kandungan lokal, serta efisiensi biaya dari sinergi yang dilakukan. Namun Inalum juga sebenarnya bukan merupakan perusahaan penambangan, melainkan pengolahan di sektor hilir. Hingga kini belum ada keputusan dari hasil negoisasi dengan pihak Freeport. Apakah begitu sulit untuk bisa mengakuisisi perusahaannya? Begitu super powernya kah Freeport hingga pemerintah tidak bisa mengambil alih perusahaannya. Sudah sering kami membahas tentang freeport namun sampai detik ini tidak ada kejelasan dari pemerintah untuk menangani masalah Freeport.

CORE Ramal Ekonomi Indonesia 2017 Sulit Tembus 5,1%

Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sulit untuk tembus 5,1%. Kemungkinan, pertumbuhan ekonomi 2017 hanya akan berada kisaran 5,05% hingga 5,1%.

Opini :

Faktor pertumbuhan ekonomi sulit tembus 5,1% adalah dari perlambatan konsumsi. perlambatan konsumsi rumah tangga itu tidak hanya disebabkan oleh shifting. Pada proyeksi di November, ada kekhawatiran terhadap sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia, yakni dari konsumsi rumah tangga. Karena pemerintah merencanakan kenaikan harga BBM, listrik, dan gas. Oleh karena itu pemerintah seharusnya mengeluarkan kebijakan yang bisa meningkatkan konsumsi meningkat. Jadi, penyebab utama penurunan konsumsi rumah tangga yaitu kenaikan harga listrik.

DISCLAIMER ON

Create By:Research Hima Ae

Jati Akbar Bahrul Kholbi
Ahmad Ali Ramadhan
Muhamad syarifudin
Agung Kurniawan
Aditya Widianto
Mila septrya
Euis Herlina

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *