Mentari Pagi Edisi 294 Rabu,15 November 2017

REVIEW IHSG

  Selasa, 14 November 2017 kemarin IHSG ditutup dilevel 5988.292 melemah 0.55% atau turun 33.164 poin dari level sebelumnya. Sementara itu asing mencatatkan penjualan bersih sebanyak 721.85 B.

Hampir semua sektor melemah diantaranya sektor industry dasar, pertanian, petambangan, property, keuangan, infrastruktur, aneka industry dan konsumsi  (1,01%).  Hanya satu  sektor yang menguat yaitu sektor penjualan (0,85%).

Kami prediksikan IHSG hari ini akan mengalami pelemahan

RINCIAN TRANSAKSI BURSA

14 NOVEMBER 2017

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Emiten ramai-ramai menggelar stock split

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah emiten ramai-ramai menggelar aksi korporasi pemecahan nilai saham atau stock split. Dari sektor pertambangan, ada PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang berencana menggelar stock split dengan rasio 1:5. Dari sektor swasta, ada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang memiliki rencana serupa. Rasionya juga sama, 1:5. Rencana ini telah memperoleh persetujuan pemegang saham yang digelar September lalu. Dari sektor perbankan, aksi korporasi stock split sudah lebih dulu dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Opini kami:

Pada dasarnya stock split dilakukan dengan menambah jumlah saham beredar dengan harga saham yang lebih murah sehingga dapat menarik minat investor khususnya investor ritel dan membuat saham menjadi lebih likuid. Akibatnya ada kenaikan permintaan terhadap saham tersebut dipasar pasca stock split dan juga mendorong harga saham naik. Hal tersebut pada umumnya terjadi pada saham yang memiliki fundamental yang bagus namun tidak overpriced (berdasarkan PER-nya). Namun tidak semua stock split akan memberikan respon positif dipasar, hal ini dimungkinkan saham tersebut memang memiliki tidak fundamental yang bagus maupun overpriced.

Jokowi Minta Uni Eropa Hentikan Diskriminasi Sawit

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta diskriminasi Uni Eropa terhadap kelapa sawit dihentikan. Menurut dia, sejumlah sikap dan kebijakan yang dianggap merugikan kepentingan ekonomi dan merusak citra negara produsen sawit juga harus dihilangkan.

“Sejumlah sikap dan kebijakan yang dianggap merugikan kepentingan ekonomi dan merusak citra negara produsen sawit juga harus dihilangkan,”  ucap Presiden dalam pidatonya, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 40 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-Uni Eropa (UE) di Manila, Filipina, Selasa (14/11/2017).

Opini kami:

Harga komoditas seperti CPO sekarang ini memang dalam tren yang baik, namun tren tersebut dinodai dengan adanya kampanye hitam yang dilakukan oleh Eropa. Salah satu dampak kampanye hitam adalah Uni Eropa (EU) yang mengeluarkan EU Labelling Regulation 169/2011 yang mana mempersyaratkan pencantuman sumber minyak nabati secara spesifik untuk seluruh produk makanan yang beredar di UE. Selain itu Indonesia juga mendapat tuduhan dari UE atas produk biodiesel dan fatty alcohol. Namun permintaan minyak sawit Indonesia yang terus bertumbuh meskipun diterpa kampanye hitam dengan pertumbuhan permintaan minyak sawit mentah tiap tahunya mencapai 3% dan saat ini juga Indonesia menerapkan penggunaan biodiesel sebesar 20%. Hal positif lainnya terlihat dari kinerja positif emiten-emiten yang memproduksi CPO. Adanya perlawanan terhadap kampanye hitam memang harus tetap dilakukan namun bila melihat hal positif diatas kampanye hitam tidak terlalu berpengaruh terhadap permintaan CPO dipasar.

4 thoughts on “Mentari Pagi Edisi 294 Rabu,15 November 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *