Mentari Pagi Edisi 289 Rabu,8 November 2017

REVIEW IHSG

IHSG kembali mencetak rekor. Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kemarin Selasa (7/11) menguat 9,63 poin atau 0,16% ke level 6.060,4. Indeks sempat meraih level tertinggi di 6.065,26 dan terendah di 6.047,84 sepanjang perdagangan. Saham-saham unggulan yang tergabung dalam Investor33 turun 0,02% ke kisaran 438,94, indeks LQ45 naik 0,29% ke kisaran 1.010,1, JII naik 0,4% ke 740,9.

Adapun sejumlah sektor yang menguat adalah Sektor tambang yang naik 0,98%, konsumsi naik 0,46%, infrastruktur naik 0,05%, keuangan naik 0,05%, manufaktur naik 0,44%, aneka industri naik 1,33%. Sedangkan sektor yang melemah adalah Sektor agri turun 0,24%, industri dasar turun 0,32%, properti turun 0,41%, perdagangan turun 0,27%.

IHSG saat ini sedang berusaha untuk dapat kembali mengukir pencapaian rekor tertinggi yang baru. Hal ini pun didukung dari sisi fundamental ekonomi Indonesia yang terlihat masih cukup kuat berkat penguatan kurs rupiah.

Hari ini IHSG diprediksi akan berpotensi bullish pada rentang 6.040-6.080.

TOTAL TRANSAKSI

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Cadangan Devisa Akhir Oktober 2017 Turun USD2,9 Miliar

Sindonew.com – Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Oktober 2017 sebesar USD126,5 miliar. Posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2017 tersebut lebih rendah USD2,9 miliar dibandingkan akhir September 2017 yang sebesar USD129,4 miliar.

Opini :

Turunnya cadangan devisa saat ini disebabkan oleh tekanan yang dialami rupiah sepanjang September hingga Oktober. Dan juga rencana kebijakan reformasi pajak AS, kenaikan harga komoditas dan pelemahan kinerja ekonomi Indonesia pun dinilai turut berpengaruh. Faktor-faktor tersebut menjadi pendorong hengkangnya investor asing. Hal ini juga dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan menurunnya penempatan valas perbankan di BI. Namun dari segi ekspor pada kuartal IV ekspor Indonesia di perkirakan akan mengalami perbaikan menyusul meningkatnya harga komoditas dan terus membaiknya perekonomian dunia.

Bank dunia nilai PMA Indonesia masih rendah

Antaranews.com – Bank Dunia menilai kontribusi penanaman modal asing (PMA atau Foreign Direct Investment/FDI) di Indonesia masih rendah meski dalam “Doing Business 2018” yang dirilis Bank Dunia, peringkat kemudahan berusaha Indonesia naik.

Opini :

Kemudahan berusaha di Indonesia naik 19 peringkat menjadi posisi 72 dari 190 negara yang disurvei. Namun dalam indeks daya saing FDI yang diusung OECD, Indonesia masih ada di posisi rendah. Hal yang menjadi faktor rendahnya PMA Indonesia adalah pembatasan kepemilikan asing di beberapa tempat, penyaringan (screening) investor yang diskriminatif, pembatasan pembelian tanah hingga pembatasan modal dan laba. Jika faktor-faktor penghambat tersebut dapat di perbaiki maka Penanaman Modal Asing Indonesia akan meningkat.

REKOMENDASI SAHAM

BWPT pada perdagangan kemarin ditutup menguat 1.6% di harga 248. Dalam jangka pendek BWPT masih berada dalam area konsolidasi setelah mengalami kenaikan sejak awal september. Kami melihar BWPT sudah berada pada ujung masa konsolidasinya sehingga kami rekomendasikan BUY dengan Target harga jangka pendek di Rp. 262. Dengan stop loss 240.

Rekomendasi BUY TP 262

SL 240

Create By:Research Hima Ae

Jati Akbar Bahrul Kholbi
Ahmad Ali Ramadhan
Muhamad syarifudin
Agung Kurniawan
Aditya Widianto
Mila septrya
Euis Herlina

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *