Mentari Pagi Edisi 284, Rabu 1 November 2017

REVIEW IHSG

Selasa, 31 Oktober 2017 kemarin IHSG ditutup dilevel 6005.784 menguat 0.53% atau naik  31.707 poin dari level sebelumnya. Sementara itu asing mencatatkan pembelian  bersih sebanyak 516.45 B.

5 sektor menguat diantaranya sektor pertanian, konsumsi, property, keuangan, dan industry dasar (2%).  4 sektor lainnya melemah yaitu sektor  pertambangan, aneka industry, penjualan dan  infrastruktur (0,72%).

Kami prediksikan IHSG hari ini akan menguat.

RINCIAN TRANSAKSI BURSA

31 OKTOBER 2017

RANGKUMAN BERITA EKONOMI

Sri Mulyani Optimistis Ekonomi RI Kuartal III Tembus 5,4%

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2017 bisa tembus 5,4%. Angka ini jauh di atas prediksi Bank Indonesia (BI) yang sebesar 5,18%.

Dia mengatakan, pada kuartal III dan IV tahun ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat mendekati 5,4%. Jadi, secara keseluruhan pada 2017 pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,17%.

Opini kami :

Dengan diturunkannya BI rate di tahun 2017 sebanyak 50 bps menjadi 4,25%, akan menimbulkan perbaikan konsumsi rumah tangga. Dari sisi investasi juga mengalami kenaikan, berdasarkan BKPM kuartal III 2017 investasi mencapai Rp 176,6 triliun atau tumbuh 13,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Sedangkan dari sektor komoditas seperti harga batubara yang cukup stabil bahkan cenderung naik. Namun tingkat inflasi bulan oktober yang di prediksi turun bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Maka kami menilai kuartal III dan IV akan mengalami perbaikan pertumbuhan ekonomi dibanding kuartal I dan II namun tidak akan mencapai 5,4%.

Sumber : SindoNews.com

Laba Gudang Garam naik 17% jadi Rp 5,41 T

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan pendapatan sebesar Rp 61,52 triliun pada akhir September 2017. Besaran pendapatan naik 9,44% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yakni sejumlah Rp 56,21 triliun.

Seiring kenaikan pendapatan, perusahaan juga berhasil mengantongi kenaikan laba bersih sebesar 17,74% yoy menjadi Rp 5,41 triliun pada September 2017. Di periode sama tahun sebelumya, laba perusahaan tercatat Rp 4,60 triliun.

Opini kami:

Dengan naiknya laba besih sebesar 17 % tentu akan menimbulkan sentimen positif. Namun bila pemerintah menaikkan cukai rokok setiap tahunnya tentu juga akan mempengaruhi kinerja laporan keuangan perusahaan khususnya emiten rokok seperti GGRM.

REKOMENDASI SAHAM

Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) pada perdagangan kemarin di tutup melemah,walaupun di tutup melemah kami rasa INTP masih berpotensi menguat di karenakan pada saat harga opening di berdagangan kemarin terjadi GAP.

Rekomendasi buy,di area 22.450 dengan target di harga di 26.000

Stop loss jika harga breakdown di 22.025

DISCLAIMER ON

Create By:Research Hima Ae

Jati Akbar Bahrul Kholbi
Ahmad Ali Ramadhan
Muhamad syarifudin
Agung Kurniawan
Aditya Widianto
Mila septrya
Euis Herlina

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *